Skip to main content

Yang tidak bergerak ditundukkan yang bergerak

Sore,  saya menyalakan radio di dalam mobil ketika pulang dari kantor. Jam 18:00 merupakan start acara kajian keislaman di salah satu radio swasta, Medan. Kalau nggak lupa, insya Allah saya selalu mengikuti kajian tersebut. Karena tidak mengikuti dari awal, jadi pemahaman kajian sore itu agak kabur

Namun ada satu kalimat yang diucapkan oleh ustadz pembicara, yakni kalimat yang seperti di atas / judul. "Yang tidak bergerak ditundukkan oleh yang bergerak"

Sebenarnya penjelasan dari ustadz itu tidak aneh-aneh. Misalnya tumbuhan (tidak bergerak, walaupun kalo dibawa ke orang botani/biologi pasti dibantah) ditundukkan oleh hewan dan manusia (bergerak, padahal kalo mati juga gak bergerak ya ). Hewan yang bergeraknya lebih sedikit akan ditundukkan oleh manusia. Contoh : ayam (awas flu burung) dengan akal manusia bisa menangkapnya. Cepat disini bukan berarti kecepatan semata, tapi siapa yang bisa mengontrol kecepatan itu. Beruang, kuda, cheetah ... mereka cepat semua. Tapi bisa dikalahkan oleh manusia karena manusia bisa membuat / mengontrol sesuatu yang lebih cepat dari pada hewan-hewan tersebut. Manusia tunduk kepada siapa ? Sudah jelas kepada penciptanya.

Yang terlintas dalam benak saya adalah "jadi kalau saya kalah cepat, tidak berpikir cepat, tidak bersiap2 untuk menghadapi suatu keadaan, pasti akan terlindas oleh orang-orang yang cepat".  Sebuah keniscayaan....

Bagaimana dengan orang-orang yang tidak mendapatkan pekerjaan ? Atau kerjanya bgitu-bgituu aja ? Di luar pembicaraan takdir... dalam pemikiran saya adalah... sama saja ! Mereka pasti kalah cepat dalam hal :
- tidak cepat mengambil peluang (yang halal tentunya).
- ketika bekerja tidak profesional, mempersiapkan / 'membaca' maunya si bos gimana.
- kata lain sering bilang "ntar aja deh" alias menunda. padahal dengan menunda berarti ia menumpuk pekerjaan lain yang memang pasti sudah ada di waktu depan.

Terima kasih Pa, nasihatnya "jangan suka menunda"
Terima kasih Umi, nasihatnya "cepaaat biii.....,sekarang !"
Terima kasih Fatih, nasihatnya dengan bertanya berulang-ulang kalo abinya lagi nggak konsen.


Comments

  1. wah harus terus di pacu terus dunk semanget nya ya pak :D

    ReplyDelete
  2. terima kasih Mas Andri untuk nasehatnya!!!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Setan tak bisa menembus dinding

Betapa kita, saya dan anda, seringkali salah kaprah tentang setan, dan jin. Film-film turut menanamkan pengertian yang salah. Berapa banyak film yang menggambarkan setan/jin itu bisa menembus dinding, tiba-tiba muncul di ruangan tertentu. Nampaknya hadits berikut menjadi salah satu kabar yang menutup kesalahan pemahaman tersebut. Dari Jabir ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda:“Tutuplah bejana, ikatlah tempat air, tutuplah pintu-pintu dan padamkanlah lampu, sesungguhnya setan itu tidak akan bisa melepaskan ikatan, tidak bisa membuka pintu dan tidak bisa membuka bejana. Seandainya salah seorang diantara kalian tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk menutupnya kecuali hanya meletakkan lidi di atas bejana itu, maka lakukanlah yang demikian itu dengan menyebut nama Allah,karena sesungguhnya tikus itu bisa menyebabkan terbakarnya rumah.” (HR. Muslim)

Pulang Tenggo [mirip tengbur]

Kalo Mbak Sya2 punya pengalaman tengbur, saya ada pengalaman Tenggo. Tenggo ini bukannya produk makanan, tenggo = begitu teng jam 16.30 langsung GO ! Hehehe... Suatu hari kami bertiga (IT Department cuman bertiga) dipanggil, gak tanggung langsung ke Direksi, karena emang jalurnya langsung di bawah Direksi. Diceramahin macem-macem, yang masih muda lah, yang masih terang lah di luar sana (emang kudu nunggu gelap baru pulang Pak ?) Saya ada setujunya tuh sama Mbak Sya2, bahwa hak karyawan untuk bisa pulang pada waktunya. Namun setelah ditegur sama Bos, saya juga agak molorin lah sedikit, dari yang mestinya 16.30 (kami masuk jam 7.30, sabtu libur) jadi jam 17.15 atau 17.30, tergantung Bosnya udah pulang apa belum.  Tapi emang kadang-kadang si Bos ini gila kerja. Pernah dia pulang jam 9 malem, walaah... kalo di Medan saya belum banyak melihat fenomena ngelembur sampe jam segitu. Kalo di Jakarta mah, biasa kali ya... sambil nunggu macet. Tapi, ada tapinya deh... ngaku gak kalo di kantor ...

The 7 Habits of Highly Effective People

Supaya gak ilang ditelan zaman, ada baiknya disimpen sebagai harta yang cukup berharga. Summary of Stephen R. Covey's The 7 Habits of Highly Effective People In his #1 bestseller, Stephen R. Covey presented a framework for personal effectiveness. The following is a summary of the first part of his book, concluding with a list of the seven habits. Inside-Out: The Change Starts from Within While working on his doctorate in the 1970's, Stephen R. Covey reviewed 200 years of literature on success. He noticed that since the 1920's, success writings have focused on solutions to specific problems. In some cases such tactical advice may have been effective, but only for immediate issues and not for the long-term, underlying ones. The success literature of the last half of the 20th century largely attributed success to personality traits, skills, techniques, maintaining a positive attitude, etc. This philosophy can be referred to as the Personality Ethic . However, during the 150 y...