SEJAK tiga bulan lalu, seluruh karyawan Pakuwon Group mempunyai "tugas" tambahan. Mereka harus merangkap sebagai panitia persiapan resepsi pernikahan Eiffel Tedja. Dia adalah anak sulung pasangan Alexander Tedja dan Melinda Tedja, bos Pakuwon Group.Tugas itu cukup berat. Sebab, tenggat waktu untuk persiapan sangat singkat. Hal tersebut tak lepas dari keputusan Eiffel untuk segera mempersunting Imelda. Sejak berkenalan dan berpacaran sejak setahun lalu, keputusan menikah itu pun datang.
"Menurut kepercayaan orang Tionghoa, tanggal 9 (besok, Red) adalah hari baik bagi pernikahan mereka," ujar Sutandi Purnomosidi, marketing director Pakuwon Group.
Tak ayal, seluruh karyawan Pakuwon Group bergegas membentuk kepanitiaan. Dipimpin Alamsyah Jo, director Pakuwon Golf & Family Club, langkah pertama mereka adalah menyiapkan undangan, menjamu tamu, serta mempersiapkan venue resepsi pernikahan.
Resepsi pernikahan tersebut memang bukan sekadar resepsi biasa. Daftar undangan membuktikan hal itu. Tak kurang dari empat ribu orang positif masuk list. Sebanyak 350 orang di antaranya adalah tamu VIP yang terdiri atas berbagai pejabat tingkat nasional hingga
Untuk menyiapkan undangan, Alamsyah dan Sutandi harus jeli serta cekatan menentukan siapa saja yang bakal hadir dalam resepsi sebesar itu. Mereka mengaku cukup kesulitan. "Sangat banyak yang harus di-list. Untuk urusan itu saja, butuh waktu tiga bulan, bahkan hingga sekarang (kemarin, Red)," ujar Sutandi.
Undangan yang dibagikan cukup indah. Kertas undangan tersebut dibuat dari beludru warga burgundy dan emas. Undangan VIP lain lagi. Bentuknya kotak berisi undangan dan cokelat. Kotak itu dibalut kain beludru burgundy dan gold.
Saking banyaknya undangan, panitia pun harus membagi-bagi venue.
Saking banyaknya undangan, mengosongkan sekitar 280 kamar Hotel Sheraton untuk tamu menginap pun belum cukup. Panitia pun memutuskan mem-booking tiga hotel lain. Hyatt Regency di-booking 80 kamar, JW Marriott sudah dipesan 130 kamar, serta Hotel Majapahit sekitar 55 kamar. Kamar-kamar itu khusus untuk tamu VIP dan keluarga.
Pelayanan untuk tamu tak cukup berhenti di situ. Untuk semua tamu dari luar
"Sudah 15 bus, beberapa Mercedes, Toyota Alphard, dan mobil-mobil lain. Untuk pengantin, sudah disiapkan Rolls Royce limusin hitam," kata Sutandi.
"Pusat" acara di Ballroom Hotel Sheraton yang berkapasitas hanya 500 orang tidak akan cukup menampung undangan. Karena itu, seluruh venue Hotel Sheraton di-setting menjadi lokasi acara.
Kawi Lounge, Ballroom, Pool, Pre-function, hingga Bromo Cafe disulap menjadi venue. Bahkan, tempat para undangan turun dari mobil (sekitar mini-circle depan Coffee Bean) sudah did
Sambutan nuansa warna burgundy dan emas bisa dinikmati sejak di pintu masuk. Dua warna tersebut merupakan warna favorit Eiffel dan Imelda. Karena itu, seluruh d
Pada hari bahagia tersebut, para mempelai memilih tema
Ratusan ribu tangkai bunga diimpor dari luar negeri. Untuk resepsi pernikahan tersebut, Alamsyah mengaku harus mendatangkan beberapa jenis bunga impor untuk menciptakan kesan garden. Bunga-bunga itu adalah Casablanca, Holland Rose, Ecuador Rose, Tulip, Brasica, Hydrangea, Cybidium Orchid, Babys Breath, Snap Dragon, Molucella, hingga Similac. "Mawarnya saja habis sekitar 200 ribu. Itu belum jumlah bunga lain yang tak mungkin dihitung secara keseluruhan," ungkapnya.
Tentu, soal makanan, panitia juga menyiapkan aneka hidangan lezat mulai kampung sendiri sampai luar negeri. Menu Italia,
Resepsi tentu harus diimbangi suguhan acara yang apik. Dalam hal ini, Melinda Tedja, ibu Eiffel, ikut merancang acara. Sejumlah artis disiapkan tampil. Pernikahan itu dipandu Artika Sari
Untuk persiapan yang tersebut, panitia yang seluruhnya dari Pakuwon Group dan The Wedding Organizer sudah bekerja maksimal. Namun, tidak jarang mereka mengalami kesulitan. "Jumlah (pernik-pernik pesta) yang kami minta memang sangat besar. Kami pun sulit mencari silent genset. Padahal, kami butuh 10 genset. Untuk standing AC, kami butuh 30 unit. Itu pun sulit dicari," jelas Sutandi.
Demi keamanan dan kenyamanan, panitia menyiapkan 900 space parkir di Plaza Tunjungan, delapan giant screen yang akan dipasang di beberapa
Soal pernikahan itu, ketika dihubungi Jawa Pos, Eiffel berkomentar singkat. "Saya merasa mantap," katanya. Sebab, dia merasa sudah kenal dan berpacaran selama satu tahun dengan belahan jiwanya. Lebih lanjut, Eiffel memilih untuk tak bercerita banyak.
Yang terang, ribuan undangan yang hadir pasti mengirimkan satu doa, agar pernikahan itu berjalan langgeng hingga akhir hayat para mempelai. (*)
Setahu saya, Pakuwon sedang adu hukum
ReplyDeletedengan Mbok Sanah. Kata Mbok Sanah,
Pakuwon itu menyerobot tanahnya seluas
5 hektar buat mendirikan Pakuwon Mall.
Benarkah itu?
hehehe... dimana ente sekarang yud ?
ReplyDeletedi bumi Allah...
ReplyDelete