Skip to main content

Motivator juga punya masalah

Sejak ikutan seminar motivasi, saya memang merasakan perbedaan. Mulai getol mencari literatur yang berkaitan, lebih sering ke toko buku, bahkan menulis motivasi juga. Sampai akhirnya ketemu sama tulisan Jennie S. Bev.  Beliau adalah satu-satunya motivator wanita yang saya tahu, gak tau kalo ada yang lain ya :) Orang Indonesia juga, satu almamater dari UI. Kalo beliau S1-nya, saya S-2nya ngambil disitu. Beliau di Depok, saya cuma sampe Salemba, walau waktu thesis sempet sih main ke Depok.

Mei lalu, seminar tersebut mengusung bendera More Precious Than Gold. Agak-agak berbumbu militer lah untuk kedisiplinannya, tapi tetap bersahabat dan membakar semangat. Kalau kita cari di google kalimat "More Precious Than Gold" ... then you will find "something", but I don't care. Saya hanya ambil sisi positifnya kok.

Saya juga berlangganan email (hm.. sebenernya sih gak ada niat, tapi tau-tau kok dapet digest gitu) dari Jennie. Gapapa, saya suka tulisannya.
Nah kemarin, ternyata ada confession dari jennie bahwa dia pun tak luput dari masalah.

"Beberapa waktu lalu, saya mengalami dilema. Kehidupan yang kelihatannya ceria dari luar sesungguhnya tidaklah seindah senyum yang menghiasi foto-foto saya di blog ini. Ada beberapa hal yang sangat mengusik kalbu. Detilnya tidak perlu saya utarakan, yang penting adalah apa yang saya dapatkan darinya."

Masalah itu ada yang bisa cepat selesai, tapi ada juga yang luammaaa banget baru beres. Tapi pepatah memang bener kok... Time will answer ... artinya seiring waktu, masalah akan selesai dengan sendirinya, entah dengan campur tangan kita, atau tidak. Alam semesta akan menjawabnya, gitu kata buku The Secret. Tapi kalo kita yang beriman, tentunya percaya bahwa tempat curhat dan pemilik hati yang terbaik, adalah Allah SWT. Bukankah setelah kesulitan ada kemudahan ? innaa ma'al 'usri yusraa

Jadi,
ceritanya saya juga dapet masalah nih kemarin. Biasa deh masalah bos uring-uringan. Walaupun saya udah nulis di sini tentang mengontrol pikiran, tapi tetep aja susah juga menata hati waktu itu. Tapi tulisan saya disitu kan ada kalimat, "pasti deh perlu latihan" dan bener juga ternyata. Saya perlu melatih, TANTANGAN apa yang bisa saya jadikan sasaran pengalihan fokus perasaan negatif saya ini.

Karena waktu diomelin itu saya berdua, sempet saya motivasi temen saya "gak usah dipikirin, kita udah tau maunya apa". Eeh malah saya yang kepikiran sampe rumah
Saat shalat pun saya doakan beliau, agar dilembutkan hatinya, membayangkan wajahnya lagi ramah, tersenyum, dan mendoakan supaya dapat hidayah-Nya. Sempat lah reda beberapa menit, namun si setan ini, yang nempel di ubun-ubun teruss aja ngembus-ngembus kejelekannya. Jadi sempat spanning lagi deh...

And time will answer...
Bangun tidur, alhamdulillah... masih bisa shalat subuh berjamaah ke masjid, tilawah quran, masak tempe sendiri, sarapan. Hmm... memulai hari dengan keindahan, semoga sepanjang hari juga energi-energi positif terus lengket. Aamiin. Teori Alam Semesta, Law of Attraction, tarik-menarik, jika berpikir positif... maka hal-hal positif akan tertarik mendekat.
Banyak hal-hal yang patut disyukuri ketimbang mikirin orang yang memang bermasalah. The problem is not mine, His... don't keep it for you !
Begitu deh... siang ini, sambil nulis, perlahan...tapi pasti, dengan izin-Mu, kulepas bebanku.


Comments

  1. Ass. btw, saya juga uring-uringan nih skrg. Membuat keputusan diantara dua pilihan yg sama sulitnya. Akhirnya saya putuskan untuk mengambil jarak dengan masalah tsb, dan membiarkan waktu yang akan menjawabnya. Cuma..msh belom ada ilham nih dari yang di Atas hehe, ujian sabar kali yaa....

    ReplyDelete
  2. Alaykumussalaam wrwb.
    Setelah atau sebelum masalah usai, kadang saya gembirakan hati dengan "ah kalo hidup gak ada masalah juga kayaknya gak enak. lurus-lurus aja. pusing-pusing dikit gapapa lah, nikmatin ajah..." :-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Setan tak bisa menembus dinding

Betapa kita, saya dan anda, seringkali salah kaprah tentang setan, dan jin. Film-film turut menanamkan pengertian yang salah. Berapa banyak film yang menggambarkan setan/jin itu bisa menembus dinding, tiba-tiba muncul di ruangan tertentu. Nampaknya hadits berikut menjadi salah satu kabar yang menutup kesalahan pemahaman tersebut. Dari Jabir ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda:“Tutuplah bejana, ikatlah tempat air, tutuplah pintu-pintu dan padamkanlah lampu, sesungguhnya setan itu tidak akan bisa melepaskan ikatan, tidak bisa membuka pintu dan tidak bisa membuka bejana. Seandainya salah seorang diantara kalian tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk menutupnya kecuali hanya meletakkan lidi di atas bejana itu, maka lakukanlah yang demikian itu dengan menyebut nama Allah,karena sesungguhnya tikus itu bisa menyebabkan terbakarnya rumah.” (HR. Muslim)

Pulang Tenggo [mirip tengbur]

Kalo Mbak Sya2 punya pengalaman tengbur, saya ada pengalaman Tenggo. Tenggo ini bukannya produk makanan, tenggo = begitu teng jam 16.30 langsung GO ! Hehehe... Suatu hari kami bertiga (IT Department cuman bertiga) dipanggil, gak tanggung langsung ke Direksi, karena emang jalurnya langsung di bawah Direksi. Diceramahin macem-macem, yang masih muda lah, yang masih terang lah di luar sana (emang kudu nunggu gelap baru pulang Pak ?) Saya ada setujunya tuh sama Mbak Sya2, bahwa hak karyawan untuk bisa pulang pada waktunya. Namun setelah ditegur sama Bos, saya juga agak molorin lah sedikit, dari yang mestinya 16.30 (kami masuk jam 7.30, sabtu libur) jadi jam 17.15 atau 17.30, tergantung Bosnya udah pulang apa belum.  Tapi emang kadang-kadang si Bos ini gila kerja. Pernah dia pulang jam 9 malem, walaah... kalo di Medan saya belum banyak melihat fenomena ngelembur sampe jam segitu. Kalo di Jakarta mah, biasa kali ya... sambil nunggu macet. Tapi, ada tapinya deh... ngaku gak kalo di kantor ...

The 7 Habits of Highly Effective People

Supaya gak ilang ditelan zaman, ada baiknya disimpen sebagai harta yang cukup berharga. Summary of Stephen R. Covey's The 7 Habits of Highly Effective People In his #1 bestseller, Stephen R. Covey presented a framework for personal effectiveness. The following is a summary of the first part of his book, concluding with a list of the seven habits. Inside-Out: The Change Starts from Within While working on his doctorate in the 1970's, Stephen R. Covey reviewed 200 years of literature on success. He noticed that since the 1920's, success writings have focused on solutions to specific problems. In some cases such tactical advice may have been effective, but only for immediate issues and not for the long-term, underlying ones. The success literature of the last half of the 20th century largely attributed success to personality traits, skills, techniques, maintaining a positive attitude, etc. This philosophy can be referred to as the Personality Ethic . However, during the 150 y...