Banyak dukungan terhadap Open Source. Gak usah lagi kita bahas disini. Saya pun pemain dan pendukung Open Source. Setelah membaca, dan "teracuni" dengan Linux, OO dan segala macam, saya menjadi seorang penikmat Open Source. Linux segala distro dicoba, bahkan sempat ke *BSD dan main di mainframe IBM yang besar ruang simpan hard disknya sebesar 4 lemari pakaian, tentunya terpasang (dan pengalaman memasang/install) OSS di situ.
Namun cerita gak enaknya jarang saya temui, ato mungkin gak pernah search kesitu jadi gak ketemu
sampai akhirnya mencoba ngompori orang sekantor buat pake OO. Gak usah cerita OS-nya dulu deh, lha wong usernya udah pada karatan. Udah mau pake OO-nya aja udah sukur.
Akhirnya hasil ngompori pun terjadilah. More than 50% users use OO ver2.1
Day by day get along with OO. Looks good.
One by one questions, disabilities, kemalasan user ... berhasil kami tangani perlahan namun pasti. Hingga akhirnya ada beberapa kejadian yang sangat aneh dan akhirnya mungkin bisa dibilang "we give up" ... and perhaps, in the next time, we'll back to Microsoft ... sadly
YES! I'm not enjoying this situation... but the condition pushes us to go back and reuse MSO.
The problems we faced were :
1. Dalam kondisi terdesak, seorang HRD menyajikan data yang sudah benar menggunakan OO. Setelah dikonsultasikan dengan rekan kerjanya, diminta untuk menukar urutan yang tadinya nomer 1 menjadi nomer 2 dan sebaliknya.
Ia pun dengan mudahnya (dan memang mudah kok mestinya, seperti di MSO) menyorot /sortir 2 baris tersebut dan mengklik tombol a->z yang merupakan shortcut untuk melakukan sortir urutan.
Tanpa dicek lagi, langsung di print. Dibawa ke big bos... apa yang terjadi ?
Semua barang di atas meja si bigbos melayang, orang sekampung kena semfroott... semfrotan terdahsyat abad ini.
Setelah tenang, si orang HRD ini meneliti kembali kenapa data yang disajikannya bisa salah. Ternyata, si OO melakukan kesalahan gila... insanity software lah... OO menyortir sebagian kolom dan meninggalkan sebagian kolom yang lain. Letak kolom yang tersortir pun tak beraturan. Kadang kolom pertama, terus kelima, terus kedelapan. Ck..ck..ck...
2. Kerjaan di kantor saya banyak yang menggunakan multiple sheet pada aplikasi spreadsheet. Kalau sekedar membuka lebih lambat ok lah, karena OO memang masih terkenal lamban waktu loading awal pada saat kami pakai ver2.1
Namun yang gak enaknya kalo jadi hang dan gak bisa buka file tersebut sama sekali. Jengkel kan ? Udah ditungguin lama, eh tak kunjung datang ...
3. Ukuran file yang disimpan dengan extension .xls atau .doc menjadi jauh lebih besar ketika disimpan menggunakan OO.
OK, katakanlah harga space semakin murah... tapi besarnya ukuran file juga mempengaruhi masa loading kan ? CMIIW (correct me if i;m wrong)
4. Membentuk table pada word editing, menjadikan tulisan tidak sejajar. Aneh tapi nyata. Mau dibelain gimana ? Lha wong saya liat sendiri... Memang sih masih bisa jalan, cuma untuk user "gak enak banget sih ngeliatnya"... gitu.
5. Jika di Excel grafik yang ditampilkan lebih cantik, kemudian title dan segala macem pernak-perniknya bisa dicustomized, di OO belum bisa. Bahkan jadi mengganggu data yang ditampilkan.
6. OO presentation... pfuuh... sayang gak secantik MSO. Bisa sih, cuma kurang menarik.
7. Pernah gak kesulitan insert row di excel ? Mana pernah. Di OO ada kejadian 2 kali insert row, setelah itu gak bisa lagi
Well... akhirnya sekali lagi... kalau ada yang bisa bantu saya dalam merecovery kepercayaan saya kepada OO... please, you are very welcomed. Perhaps in 2-3 years from now, OO will be okay. But... MSO is not certainly stand and watch OO chase him, gak tau deh udah secanggih apa.
Namun cerita gak enaknya jarang saya temui, ato mungkin gak pernah search kesitu jadi gak ketemu
sampai akhirnya mencoba ngompori orang sekantor buat pake OO. Gak usah cerita OS-nya dulu deh, lha wong usernya udah pada karatan. Udah mau pake OO-nya aja udah sukur.Akhirnya hasil ngompori pun terjadilah. More than 50% users use OO ver2.1
Day by day get along with OO. Looks good.
One by one questions, disabilities, kemalasan user ... berhasil kami tangani perlahan namun pasti. Hingga akhirnya ada beberapa kejadian yang sangat aneh dan akhirnya mungkin bisa dibilang "we give up" ... and perhaps, in the next time, we'll back to Microsoft ... sadly
YES! I'm not enjoying this situation... but the condition pushes us to go back and reuse MSO.The problems we faced were :
1. Dalam kondisi terdesak, seorang HRD menyajikan data yang sudah benar menggunakan OO. Setelah dikonsultasikan dengan rekan kerjanya, diminta untuk menukar urutan yang tadinya nomer 1 menjadi nomer 2 dan sebaliknya.
Ia pun dengan mudahnya (dan memang mudah kok mestinya, seperti di MSO) menyorot /sortir 2 baris tersebut dan mengklik tombol a->z yang merupakan shortcut untuk melakukan sortir urutan.
Tanpa dicek lagi, langsung di print. Dibawa ke big bos... apa yang terjadi ?
Semua barang di atas meja si bigbos melayang, orang sekampung kena semfroott... semfrotan terdahsyat abad ini.
Setelah tenang, si orang HRD ini meneliti kembali kenapa data yang disajikannya bisa salah. Ternyata, si OO melakukan kesalahan gila... insanity software lah... OO menyortir sebagian kolom dan meninggalkan sebagian kolom yang lain. Letak kolom yang tersortir pun tak beraturan. Kadang kolom pertama, terus kelima, terus kedelapan. Ck..ck..ck...
2. Kerjaan di kantor saya banyak yang menggunakan multiple sheet pada aplikasi spreadsheet. Kalau sekedar membuka lebih lambat ok lah, karena OO memang masih terkenal lamban waktu loading awal pada saat kami pakai ver2.1
Namun yang gak enaknya kalo jadi hang dan gak bisa buka file tersebut sama sekali. Jengkel kan ? Udah ditungguin lama, eh tak kunjung datang ...
3. Ukuran file yang disimpan dengan extension .xls atau .doc menjadi jauh lebih besar ketika disimpan menggunakan OO.
OK, katakanlah harga space semakin murah... tapi besarnya ukuran file juga mempengaruhi masa loading kan ? CMIIW (correct me if i;m wrong)
4. Membentuk table pada word editing, menjadikan tulisan tidak sejajar. Aneh tapi nyata. Mau dibelain gimana ? Lha wong saya liat sendiri... Memang sih masih bisa jalan, cuma untuk user "gak enak banget sih ngeliatnya"... gitu.
5. Jika di Excel grafik yang ditampilkan lebih cantik, kemudian title dan segala macem pernak-perniknya bisa dicustomized, di OO belum bisa. Bahkan jadi mengganggu data yang ditampilkan.
6. OO presentation... pfuuh... sayang gak secantik MSO. Bisa sih, cuma kurang menarik.
7. Pernah gak kesulitan insert row di excel ? Mana pernah. Di OO ada kejadian 2 kali insert row, setelah itu gak bisa lagi

Well... akhirnya sekali lagi... kalau ada yang bisa bantu saya dalam merecovery kepercayaan saya kepada OO... please, you are very welcomed. Perhaps in 2-3 years from now, OO will be okay. But... MSO is not certainly stand and watch OO chase him, gak tau deh udah secanggih apa.
OO kamu ketahuaaaan
ReplyDeleteoalaa... dasar pustakawan... tau aja lagu yang pas utk dijadiin komentar (??)
ReplyDelete