Skip to main content

Faqih hampir hilang !

Sebenernya gak enak nulis blog ini, mengingatkan ketakutan kami. Tapi saya pikir mungkin bermanfaat untuk orang tua lainnya agar berhati-hati dalam mengawasi anak-anak.

Ceritanya kemarin, Ahad 13 Januari 2008 kami ada kegiatan ngumpul DPC PKS Medan Selayang di sekolah Al Fityan. Saya memang datang belakangan, setelah sebelumnya nge-drop mereka, trus ada urusan meeting di tempat yang tidak jauh dari situ. Ketika datang, Fatih sedang asyik bermain dengan temannya, Kholid. Adiknya, Thoriq gak jauh-jauh dari abangnya. Langsung menyergap abinya yang datang naik sepeda motor dan minta digendong. Saya bawa Thoriq ke dalam ruangan. Lumayan lama bersama saya di dalam, 15 menit sebelum akhirnya dia memutuskan mau main ke tempat uminya. Lepas dari pengawasan saya, sepenuhnya saya percayakan kepada uminya.

15 menit kemudian, Fatih datang menghampiri sambil bilang "Bii... dedek gak ada". Saya menanggapinya ringan saja, sambil keluar ruangan dan mencari kejelasan berita dari Uminya. "Bener mi Thoriq gak ada ?"
"Iya Bi, sudah umi cari kemana-mana gak ketemu!"
Saya masih tenang, sambil tetap melangkahkan kaki, menentuan tujuan, dari mana saya sisir untuk mencari dedek. Saya putuskan mulai dari sekeliling ruangan pertemuan karena disitu juga saya lihat dedek terakhir main bersama abangnya ketika saya datang. Tak ada ! Saya masih belum khawatir. Uminya juga terus sibuk mencari. Saya lihat kompleks sekolah yang lumayan luas, di ujung sana uminya pun masih sibuk bertanya ke penghuni asrama. (Al Fityan merupakan lembaga pendidikan yang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu, sumbangsih Kuwait - kalau tidak salah). Saya juga tanya ke penghuni asrama gedung lainnya.
"Dek, lihat anak kecil sebesesar ini, pake baju kaos warna orange ?"
"Nggak lihat Pak! Anaknya laki-laki atau perempuan Pak ?"
"Laki-laki", jawab saya. Setelah mendapat jawaban tersebut, saya pun berlalu untuk mencari ke tempat lain. Mungkin dia naik tangga, karena anak kecil suka naik-naik tangga. Fatih juga bantu mencari ke atas, lantai 2, namun sama juga tak diketemukan.

Saya coba sisir lagi bagian belakang ruang pertemuan, ada suara anak kecil menangis, saya coba menghampiri. Sepertinya di ruangan tertutup. Namun ketika saya buka, suara itu bukan dari sana. Saya cari agak jauh, ke tanah lapang di sebelah ruang pertemuan. Tidak ada !

Sepuluh menit mencari, tak ketemu, saya mulai cemas ! Pikiran-pikiran buruk pun mulai datang satu-persatu.
- Bagaimana kalau dedek jatuh ke sumur ? Pasti tidak kedengaran.
- Bagaimana kalau dia diculik ?
Walaupun masih ada satu pikiran positif, mungkin dia 'e'e sebab.... kalo sedang b-a-b memang dia biasanya manteng. Tapi pikiran itu sebentar saja hinggap, dikalahkan pikiran-pikiran negatif.

Saya lihat uminya di kejauhan terduduk lesu. Kasihan saya melihatnya, karena sebelum pergi juga sebenarnya dia mengeluhkan sedang kurang enak badan. Namun karena semangatnya untuk hadir, dia kalahkan rasa sakitnya. Subhanallaah, semoga Allah swt gantikan sakit umi dengan keimanan yang jauh lebih baik.

Saya pun menjadi lemas dengan pikiran-pikiran tadi. Tanya satpam, dia tak melihat. Tidak saya sangka ternyata anak-anak Al Fityan tetap membantu pencarian. Bahkan beberapa ibu dan bapak juga ikut membantu hingga keluar kompleks sekolah. Pintu gerbang memang terbuka, dan sepi karena bukan jalur utama lalu lintas kendaraan. Dan... pintu itu hanya berjarak 3 meter dari tempat Thoriq bermain !

Ketika saja sedang berjongkok, dihinggapi rasa cemas, khawatir dan diberondong pikiran negatif, tiba-tiba sekelompok anak-anak Al Fityan menghampiri, "Pak ...pak ada suara anak kecil nangis di belakang sana !!"
"Ayuk kita ke sana !", langsung saya sambut dan berlari. Sungguh rasanya mau copot dada dan pergelangan kaki saya mendengar itu semua. Sesampainya di tempat, ada 2 hingga 3 orang anak sedang mencoba berkomunikasi dengan entah siapa di seberang tembok tinggi.
"Dek...dek...adeek..."
Tembok tinggi ??? Ya, tembok itu tidak kurang 4 meter tingginya. Pembatas antara kompleks sekolah dengan kompleks Brimob.
Iya ternyata tangisan itu saya kenal !  Itu suara Thoriq !! Saya sibakkan kerumunan anak-anak Al Fityan, "Bagaimana ? Apa ada lubang di bawah situ ? "
"Gak ada Pak !"
"Lalu bagaimana caranya kita ke seberang tembok itu ?"
"Lewat brimob Pak !!"
"Ok, ayuk bantu saya menunjukkan tempatnya !"
Langsung kami melesat cepat, saya bawa sepeda motor karena jarak memutar tembok itu tidak kurang dari 200 meter ! (Bagaimana Thoriq bisa sampai sana ??? Don't ask me now !)
Umi ikut di belakang. Beberapa penjaga brimob menghampiri mencoba menghalangi anak-anak Al Fityan yang sudah lebih dulu sampai. Sepertinya loby mereka berhasil, dengan segera mereka meneruskan larinya menghampiri lokasi dedek.

Uminya pun sedikit histeris mendengar suara adek yang masih menangis, tapi badan, kepalanya tak terlihat ! Apakah dia terperangkap di dalam lubang ?
Loh ... ternyata, ada kelompok anak-anak lain sedang berjalan di jalan setapak sana. Termasuk seorang yang ku kenal. Pak Jusmadi. Dia yang bergegas mengangkat Thoriq dari sana. Alhamdulillaah, dia tidak menangis lagi saat digendong, karena kenal dengan Pak Jusmadi. Tapi saya lihat jelas dari jarak 5 meter (ya ...saya tidak bisa mendekatinya karena banyak sekali anak-anak berkerumun, berbaris, memenuhi jalan setapak yang penuh rumput dan belukar) adek kuyup, basah, kotor sekujur badannya, tapi tak terlihat takut di wajahnya, biasa saja seperti habis bermain dan jatuh. Subhanallaah.... alhamdulillaaah....

Lemas belum hilang, saya segera kembali ke sekolah. Adik sedang dimandikan uminya di kamar mandi. Digantikan bajunya, dan dibawa ke dalam masjid. Aku pun masuk. Badan adek merah-merah, bahkan ada goresan panjang di kaki kanannya. Wajahnya juga penuh goresan, terutama bagian sekitar dagu. Dia terlihat lelah, diam. Agak hitam, mungkin lama terjemur matahari.

Flash back, sebelum saya masuk ke masjid melihat adek, saya bersama Jusmadi melihat kembali lokasi tempat adek ditemukan. Sungguh.. saya sulit percaya track yang dilalui adek ketika menapak tilasi jalur. Alasannya :
1. Siang itu cukup panas. Adek main tanpa alas kaki. Aspal siang itu pasti panas, dan anak sekecil dia... bagaimana bisa tahan dengan hal itu ?

2. Jarak antara tempat dia bermain hingga ke belakang sekolah cukup jauh. Kalau tadi jarak saya ke brimob mencapai 200 m, jalan alternatifnya mungkin sampai 80 m. Adek biasanya tak pernah main sejauh itu.

3. Ternyata di ujung jalan dekat tembok pemisah kompleks sekolah dengan brimob, itu hanya jalan tikus, pas untuk ukuran badan dedek. Di sana memang banyak semak dan kawat berduri. Aneh rasanya kalo dedek mau menerobos kesitu. Ck ck ck...

Berbagai analisa pun muncul. Yang dibuang jin lah... yang bilang mungkin saja dia berjalan, kesasar gak tau jalan pulang.

Kejadian ini banyak memberikan hikmah kepada kami. Namun sebagai pelajaran bagi kita semua, sepertinya perlu dibuat tindakan pengamanan pada setiap acara. Selain agar orang tuanya bisa fokus mendengarkan, juga si anak tersalurkan tenaga dan kreatifitasnya.

Comments

  1. masya allah..
    alhamdullah ya akhirnya adik ditemukan
    tfs mas, jadi pelajaran juga bautku spy hati2 menjaga buah hati

    ReplyDelete
  2. aduh... deg-degan juga bacanya...
    belakangan ini kalo ada acara, biasanya dibuatkan arena khusus buat anak-anak. tapi baru sebatas anak yang masih dibawah 1 th. jadi belom jauh2 lari-larinya.. malah lebi banyak yang tiduran aja...

    ReplyDelete
  3. masya Allah ... padal kayanya cuma ditinggal bentaran doang yah Ndri, kok bisa nyasarnya sejauh itu .. serem bacanya .. ga kebayang gimana paniknya umi n abinya waktu itu ..

    ReplyDelete
  4. Gak ada hadhonah utk anak-anak akh? Di sini sih biasanya ada, apalagi acaranya di sekolah, lebih mudah untuk bikin hadhonah.

    ReplyDelete
  5. si adeekk, bikin ortu panik deh, jangan sering2 ngilang ya, hehehe.....anak saya no 2, Faris, sering sekali spt ini....jiwa petualang.....calon2 mujahidin Insha Allah

    ReplyDelete
  6. Masya Allah.. itu luka2nya, kasian banget
    uda coba ditanya apakah jalan sendiri atau ada yang ngajak sampai bisa jalan sejauh itu ?
    Mudah2an Allah SWT memberikan perlindungan dan keselamatan untuk keluarga kita semua ya.. Amiin.

    ReplyDelete
  7. MasyaAllah..saya jadi ikut takut.
    Semoga gak terjadi lagi ya kang, saya juga jadi kepikiran anak-anak nih, suka jalan ke masjid sendirian, gak jauh sih, tapi lewat jalan raya yang rame banget walaupun gak nyebrang tapi kalo lengah dikit bahaya..dan jalan di depan rumah saya sudah banyak makan korban juga...anak kecil kudu diawasi terus...

    ReplyDelete
  8. perkembangan curiosity anak-anak kadang tidak disangka-sangka. anak tengah saya juga punya kecenderungan mengeksplorasi sekitar tanpa menginformasikan orang-orang di dekatnya. sejak menyadari sifatnya yang satu ini, saya selalu mewanti-wantinya, juga orang yang menjaganya.

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah dd Faqih gak kenapa2
    memang kita harus ga bisa lepas pengamatan kita dari mereka.. karena mereka itu lagi pingin tau segala hal.
    Semoga Allah selalu melindungi keluarga kalian.. amin

    ReplyDelete
  10. alhamdulillah, si adek gak papa. TFS ya mas, jadi buka mata saya untuk lebih menjaga anak ketika.

    ReplyDelete
  11. alhamdulillah..
    :) jadi ingat yudi yang sering ilang saat kecil..:D

    ReplyDelete
  12. iya nosh, gak ditinggal sih, dia main sendiri. awal main sama abangnya, mungkin abangnya asik sendiri jadi lupa jagain adeknya.

    ReplyDelete
  13. saya belum lihat hal tersebut dilakukan di medan. mudah2an nanti bisa kasih masukan.

    ReplyDelete
  14. meskipun udah sering, jangan dianggap biasa mbak kalo udah gak keliatan. tetep jaga-jaga.

    ReplyDelete
  15. entah lah teh. unbelievable amazing story. kejadian ini sempat kami ceritakan ke beberapa orang. kalo orang tua dulu bilang, waktu tengah hari menjelang dzuhur dan menjelang maghrib itu anak2 gak boleh keluar dengan alasan-alasan yang berbau ghoib. whatever lah.

    adek ini memang beda dengan abang. kalo dedek cenderung pendiam, tapi bergerak. justru kalo di rumah dia diem, gak kedengeran suaranya, justru kita samperin. mesti ada aja yang diutak-atiknya. pas disamperin, nyengir :) nah kalo abangnya ini ribut kayak uminya.

    makasih teh atas doanya.

    ReplyDelete
  16. Kalau yang maghrib saya pernah baca haditsnya, kalo yg dzuhur belum pernah baca.

    ReplyDelete
  17. Diriwayatkan dari ‘Amr bin ‘Abasah bahwa ia bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Nabiyullah, kabarkan kepadaku tentang shalat?” Beliau SAW menjawab:”Shalat Shubuhlah. Kemudian jangan shalat sampai matahari terbit dan naik karena matahari terbit di antara dua tanduk syaitan. Saat itulah orang-orang kafir sujud kepadanya. Setelah itu shalatlah, karena shalat itu disaksikan dan dihadiri oleh malaikat, sampai bayangan satu tombak berada di tengah-tengahnya. Lalu janganlah shalat, karena pada saat itu neraka Jahannam dinyalakan. Apabila matahari telah bergeser, shalatlah, karena shalat itu disaksikan dan dihadiri oleh malaikat sampai kamu shalat ashar. Lalu janganlah shalat sampai matahari terbenam, karena matahari terbenam di antara tanduk syaitan; pada waktu itulah orang-orang kafir sujud padanya.” (HR Ahmad dan Muslim)

    Dari ‘Uqbah Ibnu ‘Amir, ia berkata:” Ada tiga waktu yang Rasulullah SAW. melarang kami melakukan shalat dan mengubur jenazah. Yaitu : 1. ketika matahari terbit “merekah” hingga naik; 2. ketika matahari tegak lurus; 3. ketika matahari akan terbenam sampai benar-benar terbenam.” (HR Jama’ah kecuali Bukhari)

    ReplyDelete
  18. Wah serem banget ya, bacanya aja saya rada merinding, karena ingat sama anak saya (Farrel 18 bulan) yang memang suka pergi-pergi sendiri.

    Salam kenal
    Sidik

    ReplyDelete
  19. Wuah... tegang pak, bacanya. Anak saya dulu juga mirip, suka nangis jerit2 pas tengah malem. Brentinya kalo dibacain yassin sama matsurot. Alhamdulillah, sekarang udah gak pernah lagi.

    ReplyDelete
  20. setelah diskusi juga dengan ustadz, memang hal ghoib tersebut nyata. daerah al fityan yang memang belum berumur lama, masih meninggalkan sekian cerita "seru". mulai dari anak murid yang sekelas melihat makhluk di kamar mandi (gak mungkin kan sekelas sepakat berbohong ? mutawatir), sampe ustadz2 disitu yang sering meruqyah.

    sampe saat ini, kalo kami ketemu orang jadi sering ditanya dan banyak masukan. intinya tetap harus diawasi, siapa pun anaknya, berapa pun umurnya, dimana pun tempatnya.

    ohya, suara faqih menangis diketahui beberapa menit setelah uminya baca ayat kursi. mungkin terbuka lah tabir ghaib yang menyembunyikan faqih.

    allahu a'lam

    ReplyDelete
  21. aduh maasss... Puji Tuhan adek ketemu. aku juga pernah panik setengah mati waktu si Tyo "hilang" di Carrefour, ternyata dia salah pilih belokan rak.

    syukurlah adek ketemu yaaa >:D<

    ReplyDelete
  22. alhamdulillah, akhirnya dedek ketemu... Inget juga cerita akia waktu nyaris hilang di PS (deg-degan nya sangat, soalnya kalo dia direndeng ama Bunda-nya gak bakalan percaya itu anak Bunda, soalnya gak mirip). AKhirnya tiap pergi, selalu saya iket, Pak... (kalo kata orang mirip 'piaraan', biarin dech... tapi selalu berjarak kurleb 1m dari saya).

    Tapi kalo yang menyembunyikan dedek itu hal yang ghoib, akhirnya kita cuma bisa berdo'a dan pasrah sama Allah ya Pak...

    ReplyDelete
  23. Alhamdulillah...dedek ketemu...SUbhanallah....terimakasih sharingnya...ini sangat berharga utk kami2 ortu agar lebih berhati2 lagi..dimanapun...

    ReplyDelete
  24. ikut deg-degan bacanya ...
    apa di sana memang pernah ada kasus penculikan or something like that?
    Terima kasih peringatannya, insy kami lebih hati-hati

    saya juga pernah ada kejadian yang mirip:

    hilangnya si anak autis ..
    http://sabruljamil.multiply.com/journal/item/9/Hilangnya_si_Autis_Melankolis_Lanjutan_Autis_di_Sekitarku

    ReplyDelete
  25. mudah2an ada hikmahny ye ndri... amin. sape tau nanti udh gede dedek ternyata emang jadi sering adventure kerjanya, seneng meng-explore hal-hal yg bisa raise curiosity-nye (tentu utk hal yg positif) & lebih kreatif tentuny. anyway, control ortu tetap yg utama :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Setan tak bisa menembus dinding

Betapa kita, saya dan anda, seringkali salah kaprah tentang setan, dan jin. Film-film turut menanamkan pengertian yang salah. Berapa banyak film yang menggambarkan setan/jin itu bisa menembus dinding, tiba-tiba muncul di ruangan tertentu. Nampaknya hadits berikut menjadi salah satu kabar yang menutup kesalahan pemahaman tersebut. Dari Jabir ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda:“Tutuplah bejana, ikatlah tempat air, tutuplah pintu-pintu dan padamkanlah lampu, sesungguhnya setan itu tidak akan bisa melepaskan ikatan, tidak bisa membuka pintu dan tidak bisa membuka bejana. Seandainya salah seorang diantara kalian tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk menutupnya kecuali hanya meletakkan lidi di atas bejana itu, maka lakukanlah yang demikian itu dengan menyebut nama Allah,karena sesungguhnya tikus itu bisa menyebabkan terbakarnya rumah.” (HR. Muslim)

Pulang Tenggo [mirip tengbur]

Kalo Mbak Sya2 punya pengalaman tengbur, saya ada pengalaman Tenggo. Tenggo ini bukannya produk makanan, tenggo = begitu teng jam 16.30 langsung GO ! Hehehe... Suatu hari kami bertiga (IT Department cuman bertiga) dipanggil, gak tanggung langsung ke Direksi, karena emang jalurnya langsung di bawah Direksi. Diceramahin macem-macem, yang masih muda lah, yang masih terang lah di luar sana (emang kudu nunggu gelap baru pulang Pak ?) Saya ada setujunya tuh sama Mbak Sya2, bahwa hak karyawan untuk bisa pulang pada waktunya. Namun setelah ditegur sama Bos, saya juga agak molorin lah sedikit, dari yang mestinya 16.30 (kami masuk jam 7.30, sabtu libur) jadi jam 17.15 atau 17.30, tergantung Bosnya udah pulang apa belum.  Tapi emang kadang-kadang si Bos ini gila kerja. Pernah dia pulang jam 9 malem, walaah... kalo di Medan saya belum banyak melihat fenomena ngelembur sampe jam segitu. Kalo di Jakarta mah, biasa kali ya... sambil nunggu macet. Tapi, ada tapinya deh... ngaku gak kalo di kantor ...

The 7 Habits of Highly Effective People

Supaya gak ilang ditelan zaman, ada baiknya disimpen sebagai harta yang cukup berharga. Summary of Stephen R. Covey's The 7 Habits of Highly Effective People In his #1 bestseller, Stephen R. Covey presented a framework for personal effectiveness. The following is a summary of the first part of his book, concluding with a list of the seven habits. Inside-Out: The Change Starts from Within While working on his doctorate in the 1970's, Stephen R. Covey reviewed 200 years of literature on success. He noticed that since the 1920's, success writings have focused on solutions to specific problems. In some cases such tactical advice may have been effective, but only for immediate issues and not for the long-term, underlying ones. The success literature of the last half of the 20th century largely attributed success to personality traits, skills, techniques, maintaining a positive attitude, etc. This philosophy can be referred to as the Personality Ethic . However, during the 150 y...