Pernah lihat film Ronaldowati ?
Banyak yang bilang filmya bagus, mendidik anak-anak, ada ustadznya dan lain sebagainya.
Namun sayang, mungkin produsernya tidak / belum mengetahui hal-hal berikut ini :
1. Model rambut wati yang mirip anak laki, atau malah cukur sebagian, dan sebagian lagi ditinggalkan.
Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: “Rasulullah saw., melihat seorang anak yang telah dicukur sebagian rambutnya dengan sebagian yang lain dibiarkannya, kemudian beliau melarang manusia untuk berbuat seperti demikian serta beliau bersabda: “Cukurlah semuanya atau biarkanlah semuanya.”(HR. Abu Daud)
2. Gayanya seperti laki-laki. Padahal film bisa dijadikan contoh sebuah pendidikan.
Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: “Rasulullah saw., melakniti kaum lelaki yang kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang kelaki-lakian.” Dalam sebuah riwayat dikatakan: “Rasulullah saw., mengutuk lelaki-lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari)
Apatah lagi lawakan seperti extravaganza yang sering menampilkan pemain-pemain yang seolah-olah menjadi lawan jenisnya.
Bagaimana dengan yang menontonnya ?
Kenapa kita menertawakan, bahkan menikmati hal yang dibenci Allah dan Rasul-Nya ?
Semoga kita dikuatkan untuk menghindarinya.
Allahu a'lam
Banyak yang bilang filmya bagus, mendidik anak-anak, ada ustadznya dan lain sebagainya.
Namun sayang, mungkin produsernya tidak / belum mengetahui hal-hal berikut ini :
1. Model rambut wati yang mirip anak laki, atau malah cukur sebagian, dan sebagian lagi ditinggalkan.
Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: “Rasulullah saw., melihat seorang anak yang telah dicukur sebagian rambutnya dengan sebagian yang lain dibiarkannya, kemudian beliau melarang manusia untuk berbuat seperti demikian serta beliau bersabda: “Cukurlah semuanya atau biarkanlah semuanya.”(HR. Abu Daud)
2. Gayanya seperti laki-laki. Padahal film bisa dijadikan contoh sebuah pendidikan.
Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: “Rasulullah saw., melakniti kaum lelaki yang kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang kelaki-lakian.” Dalam sebuah riwayat dikatakan: “Rasulullah saw., mengutuk lelaki-lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari)
Apatah lagi lawakan seperti extravaganza yang sering menampilkan pemain-pemain yang seolah-olah menjadi lawan jenisnya.
Bagaimana dengan yang menontonnya ?
Kenapa kita menertawakan, bahkan menikmati hal yang dibenci Allah dan Rasul-Nya ?
Semoga kita dikuatkan untuk menghindarinya.
Allahu a'lam
ah ada juga yg mengamati itu ya... aneh memang sekarang cap "islami" begitu gampang diberikan padahal yg ada "tak islami" :-
ReplyDeletehmmm..memang sudsh hidup di jaman seperti ini... sekuat-kuatnya iman dan sebagus - bagusnya hapalan dalil kita, sang"setan" tetep nyerang dari segala penjuru (dapet dari jum'atan barusan..hehehehe..) jadi apakah harus menutup mata,telinga dan mulut???? atau apah yah....
ReplyDelete