Ketika menginjakkan kaki pertama kali di Kota Medan, yang dipijak adalah aspal Bandara Polonia. Satu-satunya bandara internasional (?) yang letaknya di dalam kota.
"Kapan sampai Pak ? Semalam ya ?"
"Ooh nggak, saya sampai kemarin siang !"
"Hehehe... di sini (Medan), kata semalam itu artinya kemarin menurut orang jakarta Pak"
"Oohh gitu ya.... hahaha"
Memang menarik ketika bertandang ke tempat lain di Indonesia ini. Selalu ada citra khasnya, Subhanallaah... Maha Suci Allah swt yang telah menciptakan keragaman budaya ini.
Untuk ke depannya, pembaca sekalian bisa memperhatikan kata atau pun kalimat yang saya cetak tebal. Itu artinya hal-hal yang tidak biasa, atau jarang, bahkan tidak pernah digunakan di tempat saya berasal, yakni Jakarta. Namun bukan berarti Jakarta yang paling bagus, atau Medan itu punya budaya yang tidak bagus. Hal ini hanya sekedar sharing, justru untuk mengagunkan ke-Maha Besar-an Allah swt.
Kereta dilarang masuk
Tulisan tersebut terpampang jelas di pintu masuk sebuah gedung, atau tempat parkir. Atau tulisan lain "Tempat parkir kereta"
Bagi pembaca yang belum tahu, pasti heboh
Gimana ceritanya, kereta bisa parkir ? Di Mall pulak ... hihihi
Kereta di Medan sama dengan Sepeda Motor, sedangkan Motor di sini adalah Mobil.
Pasti bingung kan klen ?
Nah ini lagi, penggunaan kata "kalian" jarang /tidak pernah saya temukan/gunakan selama di jakarta. Di sini (Medan), tepat sekali... dan menjadi kata yang umum. Kata "kalian" biasanya diganti "elo semua", "elo-elo pade" di jakarta. Tapi kata tersebut sering disingkat menjadi "klen".
Doorsmeer
Pernah malas mencuci mobil/motor sendiri ?
Pernah bawa ke tempat cuci motor ?
Doorsmeer, entah dari mana kata itu diambil. Dari penjajah kah ? Gak tau deh. Medan, menggunakan kata tersebut untuk tempat pencucian kereta dan motor.
Kepling
Ketua RT/RW tidak berlaku di Medan. Maka jangan pernah nanya alamat orang Medan dengan RT dan RW berapa ? Sebab mereka tidak menggunakannya.
Kepling = Kepala Lingkungan, pengganti kata Ketua RT atau RW. Cakupan Lingkungan di Medan memang luas. Walau pun saya tidak pernah menghitung berapa panjang dan lebar lingkungannya, hehehe...
Segitu dulu ah, nanti disambung ke bagian kedua.
"Kapan sampai Pak ? Semalam ya ?"
"Ooh nggak, saya sampai kemarin siang !"
"Hehehe... di sini (Medan), kata semalam itu artinya kemarin menurut orang jakarta Pak"
"Oohh gitu ya.... hahaha"
Memang menarik ketika bertandang ke tempat lain di Indonesia ini. Selalu ada citra khasnya, Subhanallaah... Maha Suci Allah swt yang telah menciptakan keragaman budaya ini.
Untuk ke depannya, pembaca sekalian bisa memperhatikan kata atau pun kalimat yang saya cetak tebal. Itu artinya hal-hal yang tidak biasa, atau jarang, bahkan tidak pernah digunakan di tempat saya berasal, yakni Jakarta. Namun bukan berarti Jakarta yang paling bagus, atau Medan itu punya budaya yang tidak bagus. Hal ini hanya sekedar sharing, justru untuk mengagunkan ke-Maha Besar-an Allah swt.
Kereta dilarang masuk
Tulisan tersebut terpampang jelas di pintu masuk sebuah gedung, atau tempat parkir. Atau tulisan lain "Tempat parkir kereta"
Bagi pembaca yang belum tahu, pasti heboh

Gimana ceritanya, kereta bisa parkir ? Di Mall pulak ... hihihi
Kereta di Medan sama dengan Sepeda Motor, sedangkan Motor di sini adalah Mobil.
Pasti bingung kan klen ?
Nah ini lagi, penggunaan kata "kalian" jarang /tidak pernah saya temukan/gunakan selama di jakarta. Di sini (Medan), tepat sekali... dan menjadi kata yang umum. Kata "kalian" biasanya diganti "elo semua", "elo-elo pade" di jakarta. Tapi kata tersebut sering disingkat menjadi "klen".
Doorsmeer
Pernah malas mencuci mobil/motor sendiri ?
Pernah bawa ke tempat cuci motor ?
Doorsmeer, entah dari mana kata itu diambil. Dari penjajah kah ? Gak tau deh. Medan, menggunakan kata tersebut untuk tempat pencucian kereta dan motor.
Kepling
Ketua RT/RW tidak berlaku di Medan. Maka jangan pernah nanya alamat orang Medan dengan RT dan RW berapa ? Sebab mereka tidak menggunakannya.
Kepling = Kepala Lingkungan, pengganti kata Ketua RT atau RW. Cakupan Lingkungan di Medan memang luas. Walau pun saya tidak pernah menghitung berapa panjang dan lebar lingkungannya, hehehe...
Segitu dulu ah, nanti disambung ke bagian kedua.
bandara internasional d sumatra skrng g cm polonia :D
ReplyDeletetambahan klo blng nenek=andong, kakek=atok
maen k istana maimun tak, pak?
ya udah bosen laa kesitu. kan sekarang tinggal di medan.
ReplyDeletebandara internasional gak cuma polonia, lantas mana lagi ?
kuala namu kan belum tentu...
Di Aceh juga banyak tempat parkir kereta tuh :)
ReplyDeleteya maklum deh, ke aceh baru sekali di banda acehnya kang. terus lebih spesifik lagi ke universitas syah kuala. lupa saya lihat kereta apa nggak :)
ReplyDeleteperasaan di aceh juga ada tuh.:p
ReplyDelete