Bismillaahirrahmaan arrahiim
Dua hari yang lalu tanggal 8 Desember, pas malam idul adha saya "memberanikan" diri membeli buku adam khoo yang judulnya seperti pada subject email di atas. mengapa saya gunakan tanda petik pada kata "memberanikan" ?
Karena ngeliat harga bukunya itu loh, suka mikir-mikir...hehehe... tapi ya alhamdulillah karena akhirnya jadi juga dibawa ke kasir.
sesampainya di rumah, diantara kebisingan anak-anak, sambil ngajak bermain, dan menidurkan mereka, saya habiskan waktu sampai kira-kira jam 12. sejak membaca halaman awal, adam khoo sudah mewanti-wanti : 72% pembeli buku jarang menamatkan bacaannya. kurang dari 3% pembaca buku mengimplementasikan ilmu yang didapatnya dari buku yang dibacanya. saya ikuti sarannya, ambil media menulis dan pena untuk merangkum halaman-halaman yang selesai dibaca. motivasi saya terus bergejolak, rasanya belum mau tidur. sampai mau tidur pun sebenarnya semangat masih ada. tapi hak tubuh tentu perlu juga diberikan.
tadi malam adalah malam kedua saya baca buku tersebut. diantara semangat, ada bisikan yang bertabrakan dengan nurani saya. ada pertanyaan yang mengganjal dengan tulisan-tulisan adam khoo. beliau menuturkan kebiasaan-kebiasaan seorang milyuner, diantaranya :
1. jika orang melihat masalah, maka seorang milyuner melihatnya sbagai peluang menghasilkan uang
2. bertanggung jawab 100% atas tindakannya. tidak menyalahkan keadaan, situasi, pengaruh luar, dan orang/pihak lain.
3. menunda kenikmatan sesaat untuk mendapatkan kenikmatan tak berbatas.
dan seterusnya. -> saya bisa terima ilustrasi yang diberikan oleh adam khoo.
namun ketika masuk kepada kebiasaan-kebiasaan lanjutan :
4. lakukan apa yang anda cintai. -> ok gak masalah, memang begitu seharusnya. tapi ilustrasi seorang adam khoo adalah dengan menghabiskan waktunya 18 jam sehari. jika kita mengerjakan apa yang dicintai, bekerja = bermain. tak kenal lelah karena dinikmati. bekerja selama 364 hari dalam setahun. satu-satunya hari dia meliburkan diri adalah tahun baru cina. ckckck...
kemudian saya diingatkan kembali oleh ayat dalam Quran yang menyebutkan :
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS 57-AlHadid:20)
Jadi bingung ? Ya dan tidak. Ya, akan bingung jika kita tidak analisa lebih lanjut. Akan bingung mana yang harus dijadikan pegangan hidup.
Tidak, karena memang input dari dunia ini sangat-sangat beragam. Mintalah selalu petunjuk kepada Rabbul Izzati sehingga kita sanggup memfilter input-input tadi. Kita proses dalam diri, semoga yang keluar adalah madu.
kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS 16-AnNahl:69)
Terus bukunya gimana ?
Baca terus sampe tamat, tapi jangan lupa untuk memberikan hak pada :
- Allah swt dan Rasul-Nya
- keluarga
- lingkungan sekitar
- diri sendiri
Allahu a'lam
Wassalamu'alaykum
Dua hari yang lalu tanggal 8 Desember, pas malam idul adha saya "memberanikan" diri membeli buku adam khoo yang judulnya seperti pada subject email di atas. mengapa saya gunakan tanda petik pada kata "memberanikan" ?
Karena ngeliat harga bukunya itu loh, suka mikir-mikir...hehehe... tapi ya alhamdulillah karena akhirnya jadi juga dibawa ke kasir.
sesampainya di rumah, diantara kebisingan anak-anak, sambil ngajak bermain, dan menidurkan mereka, saya habiskan waktu sampai kira-kira jam 12. sejak membaca halaman awal, adam khoo sudah mewanti-wanti : 72% pembeli buku jarang menamatkan bacaannya. kurang dari 3% pembaca buku mengimplementasikan ilmu yang didapatnya dari buku yang dibacanya. saya ikuti sarannya, ambil media menulis dan pena untuk merangkum halaman-halaman yang selesai dibaca. motivasi saya terus bergejolak, rasanya belum mau tidur. sampai mau tidur pun sebenarnya semangat masih ada. tapi hak tubuh tentu perlu juga diberikan.
tadi malam adalah malam kedua saya baca buku tersebut. diantara semangat, ada bisikan yang bertabrakan dengan nurani saya. ada pertanyaan yang mengganjal dengan tulisan-tulisan adam khoo. beliau menuturkan kebiasaan-kebiasaan seorang milyuner, diantaranya :
1. jika orang melihat masalah, maka seorang milyuner melihatnya sbagai peluang menghasilkan uang
2. bertanggung jawab 100% atas tindakannya. tidak menyalahkan keadaan, situasi, pengaruh luar, dan orang/pihak lain.
3. menunda kenikmatan sesaat untuk mendapatkan kenikmatan tak berbatas.
dan seterusnya. -> saya bisa terima ilustrasi yang diberikan oleh adam khoo.
namun ketika masuk kepada kebiasaan-kebiasaan lanjutan :
4. lakukan apa yang anda cintai. -> ok gak masalah, memang begitu seharusnya. tapi ilustrasi seorang adam khoo adalah dengan menghabiskan waktunya 18 jam sehari. jika kita mengerjakan apa yang dicintai, bekerja = bermain. tak kenal lelah karena dinikmati. bekerja selama 364 hari dalam setahun. satu-satunya hari dia meliburkan diri adalah tahun baru cina. ckckck...
kemudian saya diingatkan kembali oleh ayat dalam Quran yang menyebutkan :
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS 57-AlHadid:20)
Jadi bingung ? Ya dan tidak. Ya, akan bingung jika kita tidak analisa lebih lanjut. Akan bingung mana yang harus dijadikan pegangan hidup.
Tidak, karena memang input dari dunia ini sangat-sangat beragam. Mintalah selalu petunjuk kepada Rabbul Izzati sehingga kita sanggup memfilter input-input tadi. Kita proses dalam diri, semoga yang keluar adalah madu.
kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS 16-AnNahl:69)
Terus bukunya gimana ?
Baca terus sampe tamat, tapi jangan lupa untuk memberikan hak pada :
- Allah swt dan Rasul-Nya
- keluarga
- lingkungan sekitar
- diri sendiri
Allahu a'lam
Wassalamu'alaykum
Comments
Post a Comment