Skip to main content

Lulus !

Sudah lama nggak nge-blog. Keasyikan tersendiri menikmati hidup. Nampaknya kesempatan kali ini saya ingin berbagi beberapa hal. 

Walaupun bingung mulai dari mana, tapi poin-poinnya adalah :
- Fatih semakin besar, dan abi semakin... ?  Beberapa minggu lalu dia test masuk sekolah dasar. Alhamdulillah lulus dan rangking 2 pula tuh
Ada 2 alternatif SD yang mau dimasukinya, sama-sama baik, Islam terpadu, tapi ya kami sesuaikan deh dengan budget yang tersedia, plus lokasi yang tidak jauh rumah.  Kebetulan pilihannya jadi mengerucut ke satu titik: Al Fityan Boarding School.

- Fatih belajar naik sepeda, hari itu langsung bisa, subhanallaah... kalo kata umi, motorik kasarnya memang fatih bagus. sedangkan motorik halusnya (menulis, mewarnai) belum membuat umi puas. Fatih memang orang harokah (pergerakan) alias gak bisa diam. Lasak kata orang Medan, begejilak kato wong Plembang.

Kalau sepeda roda 4 sih bukan lagi tantangan. Ketika abi dan umi cabut semua kaki kanan dan kiri sepeda, kelihatannya dia kesulitan. Jadi abi pasang lagi sebelah kanan. Sebentar saja dia sudah mulai bisa menyesuaikan keseimbangan. Paling 30 menit saja dia main sepeda. Lepas itu sore lagi 30 menit.  Kalo di total, belajar Fatih naik sepeda roda 2 tak lebih dari 2 jam !!  Subhanallaah... hal kecil sih, tapi abi bangga deh sama Fatih

- Adek Faqih yang kesian, sepeda roda 3-nya udah rusak. Dia ngerengek, "adek mana bi ?" dengan raut wajahnya yang khas, ngegemesin Memang kasina juga kalo liat adek, sepeda roda 3-nya warisan dari abang fatih. udah habis di las sana-sini, tapi yang sekarang ini memang bisa dibilang *real damage* lah hehehe... yah sabar ya nak, doakan abi dapet rejeki lagi biar bisa beli yang baru.

Abi juga lagi keasyikan punya pegangan baru, Samsung i780 hihihi... puas lah pokoknya pake itu. Gak perlu BlackBerry, harga juga cuma separonya tapi fasilitasnya muantab lah. Umi, abang sampe ngomel... sebab abi nunduukk aja, kayak orang sakit leher hihihi...

Nampaknya Allah swt sedang menguji kami dengan berbagai happiness! Alhamdulillah, berarti Allah swt masih memperhatikan kami. Tidak membiarkan kami mengaku beriman tanpa diberinya ujian.

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan “Kami telah beriman” padahal mereka belum lagi diuji?” “Apakah kalian mengira akan dapat masuk Syurga padahal belum lagi terbukti bagi Allah orang-orang yg berjuang diantara kalian begitupun orang-orang yg tabah?” “Sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka hingga terbuktilah bagi Allah orang-orang yg benar dan terbukti pula orang-orang yg dusta.”

Semoga Engkau mudahkan kami melewati ujian ini ya Allah...

Comments

  1. satu pagi Pak
    hiperaktif kalo kata orang psikolog

    ReplyDelete
  2. benar-benar.....

    Ya Allah
    Sesungguhnya Kau Uji aku dg nikmat-nikmat
    lalu aku bisa bersyukur itu lebih aku sukai
    dari pada Kau uji aku dengan musibah-musibah lalu aku bersabar

    -Abu Darda', Ra-

    ReplyDelete
  3. @coment : wah abu darda ra. aja bilang begitu ya. manusiawi berarti ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Setan tak bisa menembus dinding

Betapa kita, saya dan anda, seringkali salah kaprah tentang setan, dan jin. Film-film turut menanamkan pengertian yang salah. Berapa banyak film yang menggambarkan setan/jin itu bisa menembus dinding, tiba-tiba muncul di ruangan tertentu. Nampaknya hadits berikut menjadi salah satu kabar yang menutup kesalahan pemahaman tersebut. Dari Jabir ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda:“Tutuplah bejana, ikatlah tempat air, tutuplah pintu-pintu dan padamkanlah lampu, sesungguhnya setan itu tidak akan bisa melepaskan ikatan, tidak bisa membuka pintu dan tidak bisa membuka bejana. Seandainya salah seorang diantara kalian tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk menutupnya kecuali hanya meletakkan lidi di atas bejana itu, maka lakukanlah yang demikian itu dengan menyebut nama Allah,karena sesungguhnya tikus itu bisa menyebabkan terbakarnya rumah.” (HR. Muslim)

Pulang Tenggo [mirip tengbur]

Kalo Mbak Sya2 punya pengalaman tengbur, saya ada pengalaman Tenggo. Tenggo ini bukannya produk makanan, tenggo = begitu teng jam 16.30 langsung GO ! Hehehe... Suatu hari kami bertiga (IT Department cuman bertiga) dipanggil, gak tanggung langsung ke Direksi, karena emang jalurnya langsung di bawah Direksi. Diceramahin macem-macem, yang masih muda lah, yang masih terang lah di luar sana (emang kudu nunggu gelap baru pulang Pak ?) Saya ada setujunya tuh sama Mbak Sya2, bahwa hak karyawan untuk bisa pulang pada waktunya. Namun setelah ditegur sama Bos, saya juga agak molorin lah sedikit, dari yang mestinya 16.30 (kami masuk jam 7.30, sabtu libur) jadi jam 17.15 atau 17.30, tergantung Bosnya udah pulang apa belum.  Tapi emang kadang-kadang si Bos ini gila kerja. Pernah dia pulang jam 9 malem, walaah... kalo di Medan saya belum banyak melihat fenomena ngelembur sampe jam segitu. Kalo di Jakarta mah, biasa kali ya... sambil nunggu macet. Tapi, ada tapinya deh... ngaku gak kalo di kantor ...

The 7 Habits of Highly Effective People

Supaya gak ilang ditelan zaman, ada baiknya disimpen sebagai harta yang cukup berharga. Summary of Stephen R. Covey's The 7 Habits of Highly Effective People In his #1 bestseller, Stephen R. Covey presented a framework for personal effectiveness. The following is a summary of the first part of his book, concluding with a list of the seven habits. Inside-Out: The Change Starts from Within While working on his doctorate in the 1970's, Stephen R. Covey reviewed 200 years of literature on success. He noticed that since the 1920's, success writings have focused on solutions to specific problems. In some cases such tactical advice may have been effective, but only for immediate issues and not for the long-term, underlying ones. The success literature of the last half of the 20th century largely attributed success to personality traits, skills, techniques, maintaining a positive attitude, etc. This philosophy can be referred to as the Personality Ethic . However, during the 150 y...