Skip to main content

Telah lahir seorang mujahidah

Alhamdulillah, setelah sekian lama nggak nge-blog (<<== tulisan macem gini kayaknya jadi kebiasaan deh di tulisan saya hihihi) sedikit memberi kabar nih tentang anak kami yang ketiga.

Pada hari kamis 1 Juli 2010 lahir juga adek "bele-bele" (panggilan sayang kami ke calon bayi waktu masih di perut) denga scio di RS Sarah Jl. Baja Raya. 

Pagi hari kami datang ke RS sekitar jam 8.30. Kata perawatnya "oo.. jadi juga datang ya, kami tadi sudah telpon-telpon tak diangkat-angkat".
Abi bilang "oo... tadi sepertinya saya sedang mandi jadi gak dengar suster..."
Ya udah, umi langsung dipandu ke ruang periksa. Cas ces cos... dah beres. Kami masuk deh ke ruang inap, wah baguss.... VIP nih fasilitas kantor. Tapi lumayan sempit tidak selebar waktu adek faqih masuk RS Herna. Gapapalah, gratis aja kok mau yang enak-enak hehehe...

Stelah telpon dokter kandungan, operasi diundur ke jam 16.00 karena hari itu ternyata sudah ada jadwal 4 persalinan. Ckckck... subhanallaah, kayak antri beli sembako aja nih.
Jadi praktis kami menikmati fasilitas ruang inap persalinan dulu sampai jam 15.00. Makan-makan, ngobrol-ngobrol sama mama yang datang dari Palembang.

Kabar update, operasi mungkin ditunda lagi sampai jam 21.00 karena proses persalinan terakhir belum selesai, dan dokter Delfi gak mau lanjutkan karena dia harus datang ke klinik tempat beliau praktek. Sebel gak kalo itu terjadi pada diri teman2 pembaca ? Hehehe... tapi ya sudah kami pun gak bisa maksa dokternya. Eh pucuk dicinta nasi uduk tiba, persalinan jadi jam 17.00 Jadi seneng deh 

Jam 17.30 kurang lebih, terdengar lah tangis "bele-bele" datang ke dunia fana ini. Semoga alam semesta menerimanya, dan bisa bersinergi satu sama lain. Tidak hanya sekedar eksis, tapi juga berkontribusi untuk alam lingkungan sekitar.

Selamat datang anakku sayang, semoga engkau menjadi salah satu diantara penguat keimanan umi dan abi. Menambah deretan panjang barisan orang-orang yang sabar dalam kebenaran, pembenci kebodohan, kemiskinan, penindasan. 

Selamat datang imut... 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Setan tak bisa menembus dinding

Betapa kita, saya dan anda, seringkali salah kaprah tentang setan, dan jin. Film-film turut menanamkan pengertian yang salah. Berapa banyak film yang menggambarkan setan/jin itu bisa menembus dinding, tiba-tiba muncul di ruangan tertentu. Nampaknya hadits berikut menjadi salah satu kabar yang menutup kesalahan pemahaman tersebut. Dari Jabir ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda:“Tutuplah bejana, ikatlah tempat air, tutuplah pintu-pintu dan padamkanlah lampu, sesungguhnya setan itu tidak akan bisa melepaskan ikatan, tidak bisa membuka pintu dan tidak bisa membuka bejana. Seandainya salah seorang diantara kalian tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk menutupnya kecuali hanya meletakkan lidi di atas bejana itu, maka lakukanlah yang demikian itu dengan menyebut nama Allah,karena sesungguhnya tikus itu bisa menyebabkan terbakarnya rumah.” (HR. Muslim)

Pulang Tenggo [mirip tengbur]

Kalo Mbak Sya2 punya pengalaman tengbur, saya ada pengalaman Tenggo. Tenggo ini bukannya produk makanan, tenggo = begitu teng jam 16.30 langsung GO ! Hehehe... Suatu hari kami bertiga (IT Department cuman bertiga) dipanggil, gak tanggung langsung ke Direksi, karena emang jalurnya langsung di bawah Direksi. Diceramahin macem-macem, yang masih muda lah, yang masih terang lah di luar sana (emang kudu nunggu gelap baru pulang Pak ?) Saya ada setujunya tuh sama Mbak Sya2, bahwa hak karyawan untuk bisa pulang pada waktunya. Namun setelah ditegur sama Bos, saya juga agak molorin lah sedikit, dari yang mestinya 16.30 (kami masuk jam 7.30, sabtu libur) jadi jam 17.15 atau 17.30, tergantung Bosnya udah pulang apa belum.  Tapi emang kadang-kadang si Bos ini gila kerja. Pernah dia pulang jam 9 malem, walaah... kalo di Medan saya belum banyak melihat fenomena ngelembur sampe jam segitu. Kalo di Jakarta mah, biasa kali ya... sambil nunggu macet. Tapi, ada tapinya deh... ngaku gak kalo di kantor ...

The 7 Habits of Highly Effective People

Supaya gak ilang ditelan zaman, ada baiknya disimpen sebagai harta yang cukup berharga. Summary of Stephen R. Covey's The 7 Habits of Highly Effective People In his #1 bestseller, Stephen R. Covey presented a framework for personal effectiveness. The following is a summary of the first part of his book, concluding with a list of the seven habits. Inside-Out: The Change Starts from Within While working on his doctorate in the 1970's, Stephen R. Covey reviewed 200 years of literature on success. He noticed that since the 1920's, success writings have focused on solutions to specific problems. In some cases such tactical advice may have been effective, but only for immediate issues and not for the long-term, underlying ones. The success literature of the last half of the 20th century largely attributed success to personality traits, skills, techniques, maintaining a positive attitude, etc. This philosophy can be referred to as the Personality Ethic . However, during the 150 y...