Ass wr wb..
Ada acara TV di Jerman yang mengulas ttg
kontribusi ilmuan Muslim terhadap ilmu pengetahuan. Ana sendiri juga
nggak sempat nonton, mungkin ulasan dibawah cukup menggambarkan.
Setidak nya mulai ada pengakuan barat thd Kontribusi Islam
Wss wr wb
---------- Forwarded message ----------
From: Surya Faisal Danuningrat
Date: Oct 16, 2006 9:56 AM
Subject: TV Tipp / 15.10./ Das geheime Wissen des Islam
To:
Assalaamu 'alaykum,
kalo ada yang nggak sempat menyaksikan siaran di bawah ini, saya coba rangkum sedikit isi Fernsehbeitrag di bawah.
Info tertulisnya (tentunya isinya singkat) bisa dilihat di situsnya Welt der Wunder:
http://www.weltderwunder.de/wdw/Mensch/Mythos/IslamischeWissenschaften/
Isi siaran kemarin sangat positif dan obyektif, yaitu banyak
menampilkan kontribusi ummat Islam bagi peradaban dunia melalui
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
- Ilmuwan muslim di masa lalu tidak segan-segan
mengembangkan/memperbaiki ilmu/teknologi yang sudah dikembangkan oleh
peradaban sebelumnya (misal. yunani) tanpa menghilangkan jejak asli
asal-usul ilmu tsb. atau dituliskan dalam kitab mereka.
- Hasil-hasil penelitian dan pengembangan mereka dibukukan rapi
(semua penemuan terdokumentasi) dan diturunkan atau diajarkan kepada
para peminat/pelajar masa itu.
- Hasil pengembangan yang tercatat di kitab itu direkonstruksi kembali
dalam bentuk miniatur oleh sebuah institut sejarah ilmu pengetahuan
arab-islam yang berkedudukan di Frankfurt/Jerman ( http://web.uni-frankfurt.de/fb13/igaiw/ ).
Hasilnya, ternyata berfungsi 100%. Salahsatunya, kunci brankas atau
TresorschlĂĽssel yang menggunakan kombinasi angka dengan sistim mekanis.
Kata orang jerman yang dari institut itu, kunci tersor ini adalah
merupakan kunci kombinasi angka dengan sistim mekanis pertama di dunia.
Ada pula ditampilkan perkembangan kemajuan militer. Sebuah kendaraan
berbentuk panser yang kalo gak salah dikembangkan pada masa Salahuddin
Al Ayyubi. [lihat attachmnent animasinya].
- Di samping ilmu falak/astronomi dan jam, juga telah berkembang
ilmu kesehatan dan pengairan sawah. Mereka berhasil membuat alat
pengukur kadar sehatnya darah dengan menggunakan timbangan. Untuk
pengairan sawah, mereka telah berhasil membuat semacam Drosselpumpe
yang bisa mendorong air naik ke dataran yang lebih tinggi.
- Lebih lanjut, salahsatu staf istitut tsb. menuturkan bahwa di
masa itu jalan-jalan di kota-kota yang berada di bawah kepemimpinan
ummat Islam begitu bersih dan kering. Sementara itu, katanya, di eropa
pada masa itu jalan-jalan penuh dengan kotoran manusia dan hewan,
karena belum adanya pemahaman sanitasi yang baik (BAB di mana-mana),
sehingga pada saat itu di eropa hanya yang punya lebih banyak duit bisa
beli sepatu boot tinggi supaya kakinya tidak kena kotoran manusia dan
hewan yang bertebaran di mana-mana itu.
- Di samping berbagai perkembangan teknologi, juga ditampilkan
kemajuan strategi perang. Di perang hattin ummat Islam berhasil
menaklukkan pasukan Franken dengan strategi perang yang tidak hanya
mengandalkan benturan antara pasukan pedang/berkuda, tetapi juga dengan
teknik pengepungan oleh pasukan pemanah yang mana pada saat itu eropa
belum mengenal strategi spt ini sehingga tidak siap ketika
menghadapinya.
- Di bidang kesehatan, dijelaskan juga ketika pada perang salib (ke
berapa gitu) Richard the Lion Heart yang memimpin pasukan salib jatuh
sakit parah. Lalu, Salahuddin Al ayyubi mendengar kabar itu dan segera
mengirimkan utusannya (dokter) untuk mengobatinya. Ternyata, sakitnya
itu disebabkan karena Richard saat itu hanya mengkonsumsi daging. Oleh
dokter diserahkan buah-buahan segar agar Richard diberikan makanan
berbentuk sayuran dan buah-buahan. Dan terbukti tidak beberapa lama,
Richard kembali sembuh. Sebuah strategi diplomasi menarik simpati yang
dilakukan oleh Salahuddin ini belum pernah dilakukan oleh eropa
sebelumnya. Dari pengobatan ini akhirnya berlanjut ke dialog antar
keduanya dan berakhir dengan kesepakatan damai bahwa Richard menarik
diri dari penyerangan ke Yerusalem. Sementara itu, kota-kota di utara
yang sudah jatuh ke tangan pasukan salib tetap dikuasai oleh pasukan
salib. Kata Welt der Wunder, ketika pada masa itu tabib-tabib gereja
masih menyerahkan proses penyembuhan sepenuhnya kepada tuhannya, ummat
Islam sudah melakukan berbagai pengoperasian. Sebagaimana di tuturkan
kitab itu bahwa pernah ada seorang wanita menjadi gila/tidak waras.
Oleh dokter muslim di masa itu, kepala sang wanita digundulkan kemudian
di salah satu bagian kepalanya ditorehkan silang dengan sebuah pisau
yang dari situ mengalir tetesan darah. Tak beberapa lama, wanita tsb
sembuh dan waras kembali. Ditampilkan juga gambar-gambar di kitab itu
operasi apa saja yang sudah dilakukan oleh mereka (operasi kaki, perut,
dst.). Mereka juga sudah mengembangkan prinsip kacamata dan menemukan
bahwa mata kanan dikelola oleh otak sebelah kiri dan sebaliknya. Ada
gambar prinsipnya juga di kitab itu. Mereka tidak melupakan asal-usul
teknologi perkacamataan ini, bahwa mereka mendapatkannya dari bangsa
yunani yang waktu itu sudah coba memngasah/mengubah bentuk kaca
(menjadi konveks dan konkav) yang bisa mengubah ukuran obyek di balik
kaca itu.
- Semenjak kesepakatan antara Salahuddin al Ayyubi dan Richard Der
Löwenherz di atas itu mulalilah terjadi proses pendekatan kedua agama
samawi ini. Ilmuwan-ilmuwan muslim diundang ke eropa untuk mengajar dan
meneliti di sana. Adalah Kaisar Freidrich II yang mempunyai keresidenan
di Sizilia (skerang Italia Selatan) dan berasal dari keluarga Staufen
(bangsawan asal Baden-Wurttemberg) yang mengundang para ilmuwan islam
untuk datang ke Sizilia. Para ilmuwan diberikan berbagai fasilitas.
Friedrich II memang salahsatu Kaisar yang punya minat di bidang iptek.
Kata Welt der Wunder, ini adalah merupakan awal "pembajakan" yang
dilakukan oleh orang eropa thd ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan
oleh ummat islam. Ummat Islam (saat itu) tidak menerapkan sistim hak
paten. Jadi, siapa saja bisa menggunakan ilmu mereka dan mereka tidak
menghilangkan jejak asal usul ilmu itu (masih dituliskan siapa yang
mengembangkannya sebelum mereka, seperti yunani, india, etc.).
Friedrich II juga menguasai bahasa arab scr fasih. Konon kabarnya,
bahkan dia dengan bahasa asalnya (bhs Jerman) tidak begitu fasih.
Kedekatan antara Friedrich II dengan ilmuwan islam ini membuat cemburu
pihak gereja. Mereka menunggu momentum kematian Friedrich II. Pasca
kematian Freidrich II semua ilmuwan muslim diusir dari pekarangan
istana dan buku-buku mereka disita. Oleh pihak gereja, buku-buku itu
disimpan di dalam peti selama sekitar 1 abad, karena ilmu itu dianggap
menentang ajaran agama mereka yang mereka sebut ketzerisch. Baru
setelah itu ada ide dari pihak gereja untuk membuka peti itu kembali
dan menerjemahkan kitab-kitab itu tanpa menuliskan asal-usul kitab
itu/keasliannya. Oleh gereja terjemahan itu itu diklaim sebagai karya
gereja. Kata Welt der Wunder, baru di abad-abad sekarang ini terbukti
plagiatisme/penjiplakan yang telah dilakukan gereja dan juga telah
dilakukan oleh Leonardo da Vinci dan Galileo Galilei.
- Kitab-kitab penelitian ilmuwan Islam itu telah dibukukan kembali
oleh institut di Frankfurt itu menjadi lima jilid. Info selengkapnya
ada di situs institut itu.
- Di akhir siaran itu, moderator Hendrik Hey menuturkan bahwa mungkin
Beitrag/tayangan kali ini tentang Das geheime Wissen des Islam belum
bisa menyelesaikan ketegangan yang ada antara eropa dan islam. Namun,
Welt der Wunder berharap, melalui tayangan ini kedua peradaban bisa
saling dekat kembali sebagaimana pernah terwujud di masa sebelumnya
(maksudnya adalah masa Shalahuddin dan Friedrich II).
Wassalaam,
Surya Faisal
Comments
Post a Comment