Skip to main content

Lebaran paling indah


Allaahu Akbar 2x
Laa ilaaha illallaaah Huwallaahu akbar
Allaahu akbar walillaahilhamd

Subhanallaah...
Akhirnya hari kemenangan pun tiba, walaupun Ramadhan yang penuh barakah telah pergi.
Ada keharuan yang terasa ketika Ustadz berceramah... mungkin ada diantara keluarga kita yang tidak bisa bersama kita lagi merayakan Idul Fitri. Mereka telah pergi belum lama ini.

Namun tak bisa dibohongi juga, tahun ini adalah Idul Fitri paling indah selama 4 tahun terakhir, walau kami di perantauan, tak bersama keluarga besar di Jakarta atau Palembang. Kenapa ?
satu, ummi ikutan puasa juga. Sahur bareng, Ifthor bareng... ngobrol... ketawa-ketiwi, saling mengingatkan tilawah, target-target Ramadhan, jalan buka puasa di luar bareng... hmm asik deh.
dua, alhamdulillah beberapa target tercapai, ada yang nggak ditarget malah dapet, walau ada juga yang tidak tercapai. but i don't know why am i happy.
ketiga, punya saudara baru yang ternyata dosen umi. hihihi... rumahnya deket lagi. ketika kami sowan ke rumahnya... hmm cocok deh, nyambung ngobrolnya.

Om Egan orangnya tukang cerita, hangat sekali menyambut kami ketika datang. Gak ditanya... nyerocoos aja hihihi... pernah kerja jadi pegawai negeri, ngacir... eh ketangkep, disuruh kerja balik. Sempat di Effem Tanjung Morawa, sekarang diperbantukan ke BRR Aceh. Sempat juga jadi wirausahawan komputer, punya omzet sampe 1M. Tapi terus turun, dan akhirnya nyerah... "gak ada jiwa dagang nih, jadi pegawe aja", katanya. Tante de-er-ge (dokter gigi) Evita, yang keturunan bule juga pakaiannya santai... gak ada khadimat di rumahnya. Anak-anaknya dibiasakan mandiri, ngebawain kue untuk kami.  Fatih pun cepat akrab dengan anaknya yang nomer 3, Ezra. Nonton Power Ranger, main game di komputer Bang Ezra, sampe gak mau pulang.

keempat, sempet "ngisi" 2x selama Ramadhan ini, alhamdulillah... mudah-mudahan ada yang nyangkut tuh ke "pemirsa".

kelima, udah mulai banyak yang disilaturahimi, temen kantor, sodara, sohib, dan lumayan juga yang dateng ke rumah. Biar udah malem, tapi kalo suasananya macem gini, bahagiaa banget dah. Subhanallah... memang kebahagiaan tak terbeli dengan uang.  Allah sajalah pemilik dan pemberinya.

keenam, ekonomi semakin meningkat, kesejahteraan juga bukan kemewahan lagi seperti 2 tahun lalu :-( dimana THR baru bisa diambil pada malam menjelang hari raya. Tapi kalau diingat, pengalaman buruk pun jadi sesuatu yang indah (terang aje, lu udah punya duit sekarang hihihi). Apalagi bisa ngirim THR ke ortu. Tinggal rumah atawa tanah nih, target taon depan, mudah-mudahan dimudahkan Allah SWT.

Semoga kemenangan ini membawa kepada kemenangan-kemenangan lain di kemudian hari.

Comments

  1. makasih mbaak... gak pulkam kemarin ?

    ReplyDelete
  2. pulkam ke lampung... lumayan 10 hari di sana...tahun depan giliran ke Tulungagung...atau akhir tahun ini ke sana (Idul Adha) kebetulan kantor libur.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Setan tak bisa menembus dinding

Betapa kita, saya dan anda, seringkali salah kaprah tentang setan, dan jin. Film-film turut menanamkan pengertian yang salah. Berapa banyak film yang menggambarkan setan/jin itu bisa menembus dinding, tiba-tiba muncul di ruangan tertentu. Nampaknya hadits berikut menjadi salah satu kabar yang menutup kesalahan pemahaman tersebut. Dari Jabir ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda:“Tutuplah bejana, ikatlah tempat air, tutuplah pintu-pintu dan padamkanlah lampu, sesungguhnya setan itu tidak akan bisa melepaskan ikatan, tidak bisa membuka pintu dan tidak bisa membuka bejana. Seandainya salah seorang diantara kalian tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk menutupnya kecuali hanya meletakkan lidi di atas bejana itu, maka lakukanlah yang demikian itu dengan menyebut nama Allah,karena sesungguhnya tikus itu bisa menyebabkan terbakarnya rumah.” (HR. Muslim)

Pulang Tenggo [mirip tengbur]

Kalo Mbak Sya2 punya pengalaman tengbur, saya ada pengalaman Tenggo. Tenggo ini bukannya produk makanan, tenggo = begitu teng jam 16.30 langsung GO ! Hehehe... Suatu hari kami bertiga (IT Department cuman bertiga) dipanggil, gak tanggung langsung ke Direksi, karena emang jalurnya langsung di bawah Direksi. Diceramahin macem-macem, yang masih muda lah, yang masih terang lah di luar sana (emang kudu nunggu gelap baru pulang Pak ?) Saya ada setujunya tuh sama Mbak Sya2, bahwa hak karyawan untuk bisa pulang pada waktunya. Namun setelah ditegur sama Bos, saya juga agak molorin lah sedikit, dari yang mestinya 16.30 (kami masuk jam 7.30, sabtu libur) jadi jam 17.15 atau 17.30, tergantung Bosnya udah pulang apa belum.  Tapi emang kadang-kadang si Bos ini gila kerja. Pernah dia pulang jam 9 malem, walaah... kalo di Medan saya belum banyak melihat fenomena ngelembur sampe jam segitu. Kalo di Jakarta mah, biasa kali ya... sambil nunggu macet. Tapi, ada tapinya deh... ngaku gak kalo di kantor ...

The 7 Habits of Highly Effective People

Supaya gak ilang ditelan zaman, ada baiknya disimpen sebagai harta yang cukup berharga. Summary of Stephen R. Covey's The 7 Habits of Highly Effective People In his #1 bestseller, Stephen R. Covey presented a framework for personal effectiveness. The following is a summary of the first part of his book, concluding with a list of the seven habits. Inside-Out: The Change Starts from Within While working on his doctorate in the 1970's, Stephen R. Covey reviewed 200 years of literature on success. He noticed that since the 1920's, success writings have focused on solutions to specific problems. In some cases such tactical advice may have been effective, but only for immediate issues and not for the long-term, underlying ones. The success literature of the last half of the 20th century largely attributed success to personality traits, skills, techniques, maintaining a positive attitude, etc. This philosophy can be referred to as the Personality Ethic . However, during the 150 y...