Skip to main content

Kisah sedih: Indonesia bayar USD 50 juta ke M$

Silahkan baca ini.
ini perasaan saya pribadi, disamping teman-teman yang sudah bersuara disini. walaupun saya tahu saya tak bisa / belum bisa berkontribusi untuk menjegalnya, memberikan suara, mengingatkan pemerintah, entah kenapa perasaan sedih itu juga turut hadir di sini (nunjuk dada).

Saya sendiri pengguna Windows, di kantor baru ada 2 pc berisi linux dari sekian banyak pc yang menggunakan windows: gateway + laptop saya (dual boot).  Saya udah mencoba ngompori beberapa staff muda yang enerjik dan suka tantangan baru, ilmu baru, yang bau-bau komputer, namun masih banyak "kemanjaan" yang berhasil ditanamkan Steve Balmer ke otak mereka.
Belum lagi ERP software yang kami miliki, Dynamics Navision, pun milik si penghapus (stip alias steve -balmer) kesejahteraan rakyat Indonesia.

Belum lama ini beberapa grup perusahaan juga mendapat telepon dari BSA (Business Software Alliance), polisinya software-software besar macem Microsoft, Adobe, CA dan banyak lagi.  Kerjaannya nelponin calon korban, dengan kesan menakut-nakuti (begitu kesan yang saya tangkap dari teman di kantor) bertanya kepada kami, "Berapa jumlah komputer disana ?" Gregetaan....

Teman-teman...
maju terus Linux Indonesia !!
I promise... minimal di lingkungan saya harus ada penambahan pengguna Linux, menciptakan kader Linux, supaya ketidaksudiaan saya memberikan pajak saya kepada pemerintah yang kemudian dikasih ke stip bisa dikurangi.

But...
Terima kasih saya ucapkan kepada tagihan gerbang (Bill Gates)... karena dia juga sih saya bisa kenal komputer. Ironisz...


Comments

  1. sedikit tambahan, sumber yang menyatakan besarnya uang USD 50 juta belum saya dapatkan. saya dapatkan hal tersebut dari milis. jika ada yang punya, mohon dishare.

    ReplyDelete
  2. hiks, masih jadi pemakai jendela. lagi mau coba sih pake si pinguin.

    ReplyDelete
  3. alhamdulillah kalo sadar, selanjutnya bertobatlah :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Setan tak bisa menembus dinding

Betapa kita, saya dan anda, seringkali salah kaprah tentang setan, dan jin. Film-film turut menanamkan pengertian yang salah. Berapa banyak film yang menggambarkan setan/jin itu bisa menembus dinding, tiba-tiba muncul di ruangan tertentu. Nampaknya hadits berikut menjadi salah satu kabar yang menutup kesalahan pemahaman tersebut. Dari Jabir ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda:“Tutuplah bejana, ikatlah tempat air, tutuplah pintu-pintu dan padamkanlah lampu, sesungguhnya setan itu tidak akan bisa melepaskan ikatan, tidak bisa membuka pintu dan tidak bisa membuka bejana. Seandainya salah seorang diantara kalian tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk menutupnya kecuali hanya meletakkan lidi di atas bejana itu, maka lakukanlah yang demikian itu dengan menyebut nama Allah,karena sesungguhnya tikus itu bisa menyebabkan terbakarnya rumah.” (HR. Muslim)

Pulang Tenggo [mirip tengbur]

Kalo Mbak Sya2 punya pengalaman tengbur, saya ada pengalaman Tenggo. Tenggo ini bukannya produk makanan, tenggo = begitu teng jam 16.30 langsung GO ! Hehehe... Suatu hari kami bertiga (IT Department cuman bertiga) dipanggil, gak tanggung langsung ke Direksi, karena emang jalurnya langsung di bawah Direksi. Diceramahin macem-macem, yang masih muda lah, yang masih terang lah di luar sana (emang kudu nunggu gelap baru pulang Pak ?) Saya ada setujunya tuh sama Mbak Sya2, bahwa hak karyawan untuk bisa pulang pada waktunya. Namun setelah ditegur sama Bos, saya juga agak molorin lah sedikit, dari yang mestinya 16.30 (kami masuk jam 7.30, sabtu libur) jadi jam 17.15 atau 17.30, tergantung Bosnya udah pulang apa belum.  Tapi emang kadang-kadang si Bos ini gila kerja. Pernah dia pulang jam 9 malem, walaah... kalo di Medan saya belum banyak melihat fenomena ngelembur sampe jam segitu. Kalo di Jakarta mah, biasa kali ya... sambil nunggu macet. Tapi, ada tapinya deh... ngaku gak kalo di kantor ...

The 7 Habits of Highly Effective People

Supaya gak ilang ditelan zaman, ada baiknya disimpen sebagai harta yang cukup berharga. Summary of Stephen R. Covey's The 7 Habits of Highly Effective People In his #1 bestseller, Stephen R. Covey presented a framework for personal effectiveness. The following is a summary of the first part of his book, concluding with a list of the seven habits. Inside-Out: The Change Starts from Within While working on his doctorate in the 1970's, Stephen R. Covey reviewed 200 years of literature on success. He noticed that since the 1920's, success writings have focused on solutions to specific problems. In some cases such tactical advice may have been effective, but only for immediate issues and not for the long-term, underlying ones. The success literature of the last half of the 20th century largely attributed success to personality traits, skills, techniques, maintaining a positive attitude, etc. This philosophy can be referred to as the Personality Ethic . However, during the 150 y...