Skip to main content

Printer Sharing pada Knoppix 5.0.1

Setelah berhasil mendapatkan driver LQ 2180 dan HP PSC 1410, ternyata prediksi saya betul. Masih ada sedikit kendala ketika melakukan printer sharing.

Begini skenarionya :

komputer A (knoppix) ---------------- komputer B (dual boot: knoppix dan winXP)
            +
PRINTER LQ 2180

ketika komputer A ngeprint gak ada masalah. Ketika komputer B (winXP) ngeprint ada kendala yakni username samba harus dibuatkan di komputer A. Masalah pertama selesai.

Masalah kedua, ketika komputer B (knoppix) mau ngeprint juga ke printer yang tertancap di komputer A, nggak bisa-bisa. Hampir seharian ngulik bginian akhirnya ketemu juga, masalah kedua selesai.

Lhaa... terus selesainya bagaimana tho ? Hehehe... bgini perjalanan ceritanya.

--- komputer A ---
1. samba sudah terinstal ketika knoppix diinstal ke harddisk, kita akan modifikasi /etc/samba/smb.conf yaitu file konfigurasi sambanya.

workgroup = WORKGROUP -> ganti aja sesuai workgroup di kantor/lab, misalnya: ITD

server string = %h server (Samba %v) -> gak harus diganti sih, tapi kalo mau boleh. Ini hanya
                                                                                  keterangan komputer aja

[print$]
   comment = Printer Drivers
   path = /var/lib/samba/printers
   browseable = yes
   guest ok = no                --> ubah jadi yes
   read only = yes
   write list = knoppix

[printers]
   printer admin = knoppix
   comment = All Printers
   browseable = no
   path = /tmp
   printable = yes
   public = no                      --> ubah jadi yes
   writable = no
   create mode = 0700


setelah diubah (jangan lupa pake user root), simpan. Lalu jalankan samba
# /etc/init.d/samba start

Kalau nggak salah, write list = knoppix merupakan username yang boleh menggunakan printer tersebut. Pastikan user knoppix ada di dalam /etc/samba/smbpasswd, jika tidak ada maka lakukan hal berikut :

# smbpasswd -a knoppix

kemudian masukkan password 2 kali, password ini bisa sama bisa beda dengan user knoppix pada mesin. Maksudnya gini, user pada mesin dianggap berbeda dengan user pada samba. Namun user pada samba harus user yang sudah terdaftar pada mesin. Artinya bisa saja user pada mesin sejumlah 10, namun yang boleh pake samba hanya 5 user.

--- komputer B ---
Buka Control Center -> Peripherals -> Printers, atau K -> Settings -> Printing Manager
Add Printer / Class ... Klik Next pada Introduction -> Pilih Other printer type

pada textbox URI isikan :

smb://knoppix:123abc@192.168.1.5/epson2180

keterangan:
smb://  merupakan protokol yang digunakan untuk berkomunikasi
knoppix adalah username yang diperbolehkan untuk menggunakan printer (ingat write list tadi kan ?)
123abc adalah password user knoppix pada komputer A (bukan komputer B!)
192.169.1.5 adalah ip address komputer A (bukan komputer B!)
epson2180 adalah nama printer yang nancep di komputer A.

Biasanya sih, printer A akan terlihat juga ketika kita buka Printing Manager tadi. Dari mana datangnya ? Gak tau tuh, nongol sendiri

Ok lanjut. Setelah mengisikan pada textbox URI, klik Next. Anda dihadapkan pada pemilihan driver printer. Pilih tombol Other... di bawah karena Anda sudah mendapatkan printer driver sendiri untuk LQ 2180. Selanjutnya lanjutkan sampai tuntas.

Tes print.... selesai.

Comments

Popular posts from this blog

Setan tak bisa menembus dinding

Betapa kita, saya dan anda, seringkali salah kaprah tentang setan, dan jin. Film-film turut menanamkan pengertian yang salah. Berapa banyak film yang menggambarkan setan/jin itu bisa menembus dinding, tiba-tiba muncul di ruangan tertentu. Nampaknya hadits berikut menjadi salah satu kabar yang menutup kesalahan pemahaman tersebut. Dari Jabir ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda:“Tutuplah bejana, ikatlah tempat air, tutuplah pintu-pintu dan padamkanlah lampu, sesungguhnya setan itu tidak akan bisa melepaskan ikatan, tidak bisa membuka pintu dan tidak bisa membuka bejana. Seandainya salah seorang diantara kalian tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk menutupnya kecuali hanya meletakkan lidi di atas bejana itu, maka lakukanlah yang demikian itu dengan menyebut nama Allah,karena sesungguhnya tikus itu bisa menyebabkan terbakarnya rumah.” (HR. Muslim)

Pulang Tenggo [mirip tengbur]

Kalo Mbak Sya2 punya pengalaman tengbur, saya ada pengalaman Tenggo. Tenggo ini bukannya produk makanan, tenggo = begitu teng jam 16.30 langsung GO ! Hehehe... Suatu hari kami bertiga (IT Department cuman bertiga) dipanggil, gak tanggung langsung ke Direksi, karena emang jalurnya langsung di bawah Direksi. Diceramahin macem-macem, yang masih muda lah, yang masih terang lah di luar sana (emang kudu nunggu gelap baru pulang Pak ?) Saya ada setujunya tuh sama Mbak Sya2, bahwa hak karyawan untuk bisa pulang pada waktunya. Namun setelah ditegur sama Bos, saya juga agak molorin lah sedikit, dari yang mestinya 16.30 (kami masuk jam 7.30, sabtu libur) jadi jam 17.15 atau 17.30, tergantung Bosnya udah pulang apa belum.  Tapi emang kadang-kadang si Bos ini gila kerja. Pernah dia pulang jam 9 malem, walaah... kalo di Medan saya belum banyak melihat fenomena ngelembur sampe jam segitu. Kalo di Jakarta mah, biasa kali ya... sambil nunggu macet. Tapi, ada tapinya deh... ngaku gak kalo di kantor ...

The 7 Habits of Highly Effective People

Supaya gak ilang ditelan zaman, ada baiknya disimpen sebagai harta yang cukup berharga. Summary of Stephen R. Covey's The 7 Habits of Highly Effective People In his #1 bestseller, Stephen R. Covey presented a framework for personal effectiveness. The following is a summary of the first part of his book, concluding with a list of the seven habits. Inside-Out: The Change Starts from Within While working on his doctorate in the 1970's, Stephen R. Covey reviewed 200 years of literature on success. He noticed that since the 1920's, success writings have focused on solutions to specific problems. In some cases such tactical advice may have been effective, but only for immediate issues and not for the long-term, underlying ones. The success literature of the last half of the 20th century largely attributed success to personality traits, skills, techniques, maintaining a positive attitude, etc. This philosophy can be referred to as the Personality Ethic . However, during the 150 y...