Skip to main content

Dodol Savoy Homann

Abi berangkat duluan kamis pagi, selepas nganter Fatih sekolah. Umi dan 'Pamer' ikut nemenin. Sampe di Polonia masih jam 8:34, wah kepagian nih, meskipun udah ada sih yang kongkow-kongkow di situ.

Batavia ontime, sampe di CGK tepat waktu. Disambut Bu Rini (oo ... yang ini tho orangnya, ndut hehehe) yang ketiban gawean dari GM HRAD buat ngurusin staff TTI ke Bandung. Pake 2 bus kami berangkat, 5 menit di atas langsung dibagikan 'ransum'.  Weii laper nih yee... langsung di gasak deh tuh nasi kotak. Gak lama, pada 'diem'... menggapai mimpi indah masing-masing, gak lupa 'cairan getah bening' yang mengalir bak air sungai

Eh, Orang kaya Jakarta bikin tempat pemberhentian ciamik... ternyata sudah banyak yah pengisian bensin yang disulap menjadi POM Bensin Plus (banyak kantin, ditebengin masjid gede, ATM, waserba, tempat truk istirahat... wah subhanallah).

Masuk Savoy, hmm... katanya sih bentuknya dipertahankan walaupun sudah berkali-kali dipugar. Foto-foto di dindingnya ngasih unjuk potret Bandung Tempoe Doeloe. Sayang sekali abi gak ngambil gambarnya. Ruangannya lumayan, standar.

Hmm.. abi kesepian. Umi baru besok datang. Habiskan malam sendirian.

Jreng, hup bangun pagi. Solat, sarapan, siapin perlengkapan. Meeting digelar... suurr lancaar. Sip deh. Umi sms, udah sampe. Gitu dong mi, berani... masak nanya resepsionis aja gak berani hehehe...

Abis meeting, "Mi kita jalan sekarang ajah, ntar aja makan malemnya"
"Tapi Mi laper bi, kita makan di jalan ok !"
"Jangan lah, ntar ditabrak mobil... makan ya di piring, di tempat makan, jangan di jalan hehehe"

"Bang ke alun-alun ke mana ?"
"Oh alun-alun teh kesana" sambil nunjuk pake jempol khas jawa barat.
"Waduh... (kena semprot deh gue)" hihihi...
"Betul kan, Umi bilang juga tadi kesana ... was wes wos.... !@#$%^&*"
Mi, kalo kita gak nyasar... umi gak nyicip siomay Bandung tadi, ....

Ah payah deh, tempat belanja jam 7:30 di Kings udah pada tutup, nyebrang. Dapet sih, tapi gak se-hebring di Pasar Baru

Sore kemarin, liat di Carefour ternyata Rp 20,000 /kg padahal waktu di Bandung hanya 8,000 perak.
Bandung, kenangan yang tanggung... bentar amaat... kalo gak inget adek Faqih, umi mau lebih lama lagi (belanjanya) ... weleh


Comments

Popular posts from this blog

Setan tak bisa menembus dinding

Betapa kita, saya dan anda, seringkali salah kaprah tentang setan, dan jin. Film-film turut menanamkan pengertian yang salah. Berapa banyak film yang menggambarkan setan/jin itu bisa menembus dinding, tiba-tiba muncul di ruangan tertentu. Nampaknya hadits berikut menjadi salah satu kabar yang menutup kesalahan pemahaman tersebut. Dari Jabir ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda:“Tutuplah bejana, ikatlah tempat air, tutuplah pintu-pintu dan padamkanlah lampu, sesungguhnya setan itu tidak akan bisa melepaskan ikatan, tidak bisa membuka pintu dan tidak bisa membuka bejana. Seandainya salah seorang diantara kalian tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk menutupnya kecuali hanya meletakkan lidi di atas bejana itu, maka lakukanlah yang demikian itu dengan menyebut nama Allah,karena sesungguhnya tikus itu bisa menyebabkan terbakarnya rumah.” (HR. Muslim)

Pulang Tenggo [mirip tengbur]

Kalo Mbak Sya2 punya pengalaman tengbur, saya ada pengalaman Tenggo. Tenggo ini bukannya produk makanan, tenggo = begitu teng jam 16.30 langsung GO ! Hehehe... Suatu hari kami bertiga (IT Department cuman bertiga) dipanggil, gak tanggung langsung ke Direksi, karena emang jalurnya langsung di bawah Direksi. Diceramahin macem-macem, yang masih muda lah, yang masih terang lah di luar sana (emang kudu nunggu gelap baru pulang Pak ?) Saya ada setujunya tuh sama Mbak Sya2, bahwa hak karyawan untuk bisa pulang pada waktunya. Namun setelah ditegur sama Bos, saya juga agak molorin lah sedikit, dari yang mestinya 16.30 (kami masuk jam 7.30, sabtu libur) jadi jam 17.15 atau 17.30, tergantung Bosnya udah pulang apa belum.  Tapi emang kadang-kadang si Bos ini gila kerja. Pernah dia pulang jam 9 malem, walaah... kalo di Medan saya belum banyak melihat fenomena ngelembur sampe jam segitu. Kalo di Jakarta mah, biasa kali ya... sambil nunggu macet. Tapi, ada tapinya deh... ngaku gak kalo di kantor ...

The 7 Habits of Highly Effective People

Supaya gak ilang ditelan zaman, ada baiknya disimpen sebagai harta yang cukup berharga. Summary of Stephen R. Covey's The 7 Habits of Highly Effective People In his #1 bestseller, Stephen R. Covey presented a framework for personal effectiveness. The following is a summary of the first part of his book, concluding with a list of the seven habits. Inside-Out: The Change Starts from Within While working on his doctorate in the 1970's, Stephen R. Covey reviewed 200 years of literature on success. He noticed that since the 1920's, success writings have focused on solutions to specific problems. In some cases such tactical advice may have been effective, but only for immediate issues and not for the long-term, underlying ones. The success literature of the last half of the 20th century largely attributed success to personality traits, skills, techniques, maintaining a positive attitude, etc. This philosophy can be referred to as the Personality Ethic . However, during the 150 y...