Skip to main content

Fatih keras, Faqih manyun gigit abang


Abis baca blog temang. Isinya sederhana, hanya menceritakan potongan frame kehidupan yang kecil, sederhana, bikin tertawa, ringan. Memang bgitu salah satu fungsi blog, mencatat bagian hidup, macem diary... tapi gratis, dan kudu konek ke internet hehehe... berapa tahun lagi ya internet menjadi hal yang tidak mewah lagi di indoneisa ?

Entah kenapa belakangan ini Fatih, 4 tahun, keras sekali wataknya. Kalo udah bilang gak mau ya gak mau. Kalo udah bilang mau itu, ya harus diturutin. Kadang Abi sama Umi kuesel, sampe akhirnya Fatih nangis. Namun setelah itu kami jadi kasihan, dan beberapa hari terakhir ini ada pertanyaan di benak kami "What's wrong with him and us ?"
"What should we do about this situation ?"

Umi pun kadang sampe telepon Abi, intinya curhat mengenai Fatih. Abi hanya memberikan penenangan, dan pengertian ke Umi. Walaupun memang, kalau Abi yang di rumah... kadang-kadang Abinya juga yang bikin Fatih nangis.

Ada yang bilang umur segitu memang masa "pemberontakan". Ada yang bilang perhatikan bagaimana orang tua membagi perhatian antara 2 anaknya, jika gak adil, wajar kalo yang satu cemburu.

Entah mana yang betul, hanya saja kami coba lagi... coba lagi untuk mengatur strategi agar Fatih tidak perlu menangis. Tadi pagi sepakat untuk tidak memaksa dia, misalnya lagi gak mau makan tadi pagi, maunya permen. Ya udah dikasih aja. Mikirnya simple aja dulu deh, dia sudah 4 tahun, kalo laper pasti minta. Gak mau sekolah, Abinya gak maksa. Eh tapi Uminya lebih sigap, dibujuk2 dapet juga sepiring. Dibujuk2 eh jadinya berangkat sekolah :) huehehe.... pokoknya saling ingatkan ya mii... jangan sering bikin Fatih nangis.

Dedek Faqih alias Thaariq udah jagoan bercanda. Smalam sampe keringetan maen petak umpet sama Abi di kamar. Abinya sih gak ngumpet, hanya telungkup aja di lantai sambil tutup muka "Faqih... cariin Abi !" Udah gitu dedek udah teriak-teriak cekikikan sambil nyamperin. "Baaa..." waa... tambah deh teriaknya.

Abang pernah jadi korban gigitan dedek. Pagi-pagi abang masih bobo, dedek udah bangun. Uminya ada sih di tempat tidur, tapi lagi meleng, ee...tiba-tiba abangnya teriak. Gak taunya dedek gigit jari kaki abangnya. Walaah...dedek. Memang tukang gigit, apa-apa digigit. Abi pun lagi bobo siang pernah hampir jadi mangsa. Gggrrrr.....

Nanti Abi posting deh foto mulut muncung dedek botak.



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Setan tak bisa menembus dinding

Betapa kita, saya dan anda, seringkali salah kaprah tentang setan, dan jin. Film-film turut menanamkan pengertian yang salah. Berapa banyak film yang menggambarkan setan/jin itu bisa menembus dinding, tiba-tiba muncul di ruangan tertentu. Nampaknya hadits berikut menjadi salah satu kabar yang menutup kesalahan pemahaman tersebut. Dari Jabir ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda:“Tutuplah bejana, ikatlah tempat air, tutuplah pintu-pintu dan padamkanlah lampu, sesungguhnya setan itu tidak akan bisa melepaskan ikatan, tidak bisa membuka pintu dan tidak bisa membuka bejana. Seandainya salah seorang diantara kalian tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk menutupnya kecuali hanya meletakkan lidi di atas bejana itu, maka lakukanlah yang demikian itu dengan menyebut nama Allah,karena sesungguhnya tikus itu bisa menyebabkan terbakarnya rumah.” (HR. Muslim)

Pulang Tenggo [mirip tengbur]

Kalo Mbak Sya2 punya pengalaman tengbur, saya ada pengalaman Tenggo. Tenggo ini bukannya produk makanan, tenggo = begitu teng jam 16.30 langsung GO ! Hehehe... Suatu hari kami bertiga (IT Department cuman bertiga) dipanggil, gak tanggung langsung ke Direksi, karena emang jalurnya langsung di bawah Direksi. Diceramahin macem-macem, yang masih muda lah, yang masih terang lah di luar sana (emang kudu nunggu gelap baru pulang Pak ?) Saya ada setujunya tuh sama Mbak Sya2, bahwa hak karyawan untuk bisa pulang pada waktunya. Namun setelah ditegur sama Bos, saya juga agak molorin lah sedikit, dari yang mestinya 16.30 (kami masuk jam 7.30, sabtu libur) jadi jam 17.15 atau 17.30, tergantung Bosnya udah pulang apa belum.  Tapi emang kadang-kadang si Bos ini gila kerja. Pernah dia pulang jam 9 malem, walaah... kalo di Medan saya belum banyak melihat fenomena ngelembur sampe jam segitu. Kalo di Jakarta mah, biasa kali ya... sambil nunggu macet. Tapi, ada tapinya deh... ngaku gak kalo di kantor ...

The 7 Habits of Highly Effective People

Supaya gak ilang ditelan zaman, ada baiknya disimpen sebagai harta yang cukup berharga. Summary of Stephen R. Covey's The 7 Habits of Highly Effective People In his #1 bestseller, Stephen R. Covey presented a framework for personal effectiveness. The following is a summary of the first part of his book, concluding with a list of the seven habits. Inside-Out: The Change Starts from Within While working on his doctorate in the 1970's, Stephen R. Covey reviewed 200 years of literature on success. He noticed that since the 1920's, success writings have focused on solutions to specific problems. In some cases such tactical advice may have been effective, but only for immediate issues and not for the long-term, underlying ones. The success literature of the last half of the 20th century largely attributed success to personality traits, skills, techniques, maintaining a positive attitude, etc. This philosophy can be referred to as the Personality Ethic . However, during the 150 y...