Kalau Abi makan siang, ada banyak tempat untuk dipilih. Salah satunya dikenal dengan 'Kedai Tenda Biru', tapi gak ada kaitannya dengan lagu Desy Ratnasari. Namanya begitu karena atapnya hanya pake plastik biru.
Belakangan ini, ada beberapa orang anak tanggung, kira-kira 10-14 tahun berkeliaran di sekitar kedai tersebut. Mereka menawarkan semir sepatu kepada Bapak-bapak yang makan disitu. Beberapa kali Abi tolak. Ada yang biasa-biasa aja, tetep ceria. Ada yang pasang muka sedih.
Kasihan kan Nak, umur segitu udah cari makan sendiri. Coba baca juga cerita penjual buah ini.
Bahkan dia gak bisa sekolah karena harus berdagang. Kamu bagaimana Nak ? Apakah hari ini kamu sudah lulus sekolah ? Sekolah dengan baik ? Jadikan nikmat menuntut ilmu itu suatu kesyukuran ya Nak.
Hari itu, sambil berjalan ke tenda biru abi berniat untuk semirkan sepatu. Betul, begitu datang, baru juga nempelkan pantat di kursi, udah ditawari "Semir Pak ?"
Sambil senyum abi bilang "Boleh".
Abi perhatikan bagaimana mereka memoles, menyikat, mengelap sepatu-sepatu. Semangat ! Padahal kainnya pun apa adanya. Senang sekali mereka terima order
Setelah selesai, "Berapa ?"
"Dhua ribu Pak", nadanya pake huruf H gituh hihihi, agak kuatir ada penolakan dari customernya. Berarti mereka udah siap2 kalo ada customer yang bilang "Wah mahal amat, seribu aja ya", gitu kali ya.
Belakangan ini, ada beberapa orang anak tanggung, kira-kira 10-14 tahun berkeliaran di sekitar kedai tersebut. Mereka menawarkan semir sepatu kepada Bapak-bapak yang makan disitu. Beberapa kali Abi tolak. Ada yang biasa-biasa aja, tetep ceria. Ada yang pasang muka sedih.
Kasihan kan Nak, umur segitu udah cari makan sendiri. Coba baca juga cerita penjual buah ini.
Bahkan dia gak bisa sekolah karena harus berdagang. Kamu bagaimana Nak ? Apakah hari ini kamu sudah lulus sekolah ? Sekolah dengan baik ? Jadikan nikmat menuntut ilmu itu suatu kesyukuran ya Nak.
Hari itu, sambil berjalan ke tenda biru abi berniat untuk semirkan sepatu. Betul, begitu datang, baru juga nempelkan pantat di kursi, udah ditawari "Semir Pak ?"
Sambil senyum abi bilang "Boleh".
Abi perhatikan bagaimana mereka memoles, menyikat, mengelap sepatu-sepatu. Semangat ! Padahal kainnya pun apa adanya. Senang sekali mereka terima order

Setelah selesai, "Berapa ?"
"Dhua ribu Pak", nadanya pake huruf H gituh hihihi, agak kuatir ada penolakan dari customernya. Berarti mereka udah siap2 kalo ada customer yang bilang "Wah mahal amat, seribu aja ya", gitu kali ya.
Mereka yang punya semangat yang menggenggam dunia sebenarnya...
ReplyDelete