Dari Abu Hurairah ra.,ia berkata: Rasulullah saw.bersabda:”Ada tiga macam org yg tdk diajak bicara oleh Allah kelak pada hari kiamat. Allah tdk melihat dan tdk mensucikan mereka dan mereka akan memperoleh siksa yg pedih,yaitu :
- orang yang mempunyai kelebihan air di tanah, tetapi ia tdk memberi perantau (musafir) yg membutuhkan.
- Orang yg menjual barang dagangan kpd orang lain sesudah Asar,ia bersumpah atas nama Allah bahwa ia mengambil barang dagangan itu dgn harga sekian,lalu ia menyedekahkannya (kpd pembeli),padahal kenyataannya bukanlah demikian.
- Org yg berjanji setia kpd seorang pemimpin hanya karena kepentingan duniawi. Jika pimpinan itu memberinya harta dunia,maka ia penuhi janjinya,tetapi kalau pimpinan tdk memberikan apa2,ia pun tdk memenuhi janjinya.”(HR. Bukhari&Muslim)
tanggapan :
- untuk poin pertama, maknanya (mungkin) bisa diperluas dengan setiap orang yang mempunyai kelebihan dari segi harta, kekuatan akal pikiran, fisik namun dia tidak mau membantu orang lain yang membutuhkan.
- poin kedua sepertinya sudah jelas. berjual beli seperti biasa saja, gak usah bilang "sumpah bu/pak, belum balik modal kalo segitu."
"sumpah bu/pak, saya ngambil dengan harga sekian, terserah ibu mau ngasih saya untung berapa" => niatnya mungkin ikutin gaya Nabi saw berniaga, tapi dia pake kata-kata "sumpah". Gak usahlah begini, biasa aja yang wajar.
- ini seperti cerita bani israil di dalam quran kepada pimpinannya: Nabiullah Musa saw.
Allahu a'lam
- orang yang mempunyai kelebihan air di tanah, tetapi ia tdk memberi perantau (musafir) yg membutuhkan.
- Orang yg menjual barang dagangan kpd orang lain sesudah Asar,ia bersumpah atas nama Allah bahwa ia mengambil barang dagangan itu dgn harga sekian,lalu ia menyedekahkannya (kpd pembeli),padahal kenyataannya bukanlah demikian.
- Org yg berjanji setia kpd seorang pemimpin hanya karena kepentingan duniawi. Jika pimpinan itu memberinya harta dunia,maka ia penuhi janjinya,tetapi kalau pimpinan tdk memberikan apa2,ia pun tdk memenuhi janjinya.”(HR. Bukhari&Muslim)
tanggapan :
- untuk poin pertama, maknanya (mungkin) bisa diperluas dengan setiap orang yang mempunyai kelebihan dari segi harta, kekuatan akal pikiran, fisik namun dia tidak mau membantu orang lain yang membutuhkan.
- poin kedua sepertinya sudah jelas. berjual beli seperti biasa saja, gak usah bilang "sumpah bu/pak, belum balik modal kalo segitu."
"sumpah bu/pak, saya ngambil dengan harga sekian, terserah ibu mau ngasih saya untung berapa" => niatnya mungkin ikutin gaya Nabi saw berniaga, tapi dia pake kata-kata "sumpah". Gak usahlah begini, biasa aja yang wajar.
- ini seperti cerita bani israil di dalam quran kepada pimpinannya: Nabiullah Musa saw.
Allahu a'lam
naudzubillahi min dzalik.. mudah2an kita tidak termasuk golongan orang2 yang disebutkan diatas.. Amiin.
ReplyDelete