Skip to main content

Laporkan siaran tv yang amoral !

Kemarin sambil ngasih makan Fatih sore, sepulang dari kantor, kami liat tv. Eh ada iklan yang isinya seorang bapak sedang nonton siaran tv sepakbola, sang ibu sedang ngajak "diskusi" anaknya yang masih bayi di dalam box tidurnya. Mungkin sang ibu menangkap pertanyaan putri kecilnya "Mana Ayah ?" maka dijawabnya dengan memakai topeng wajah sang bapak. Putri kecil pun tertawa riang.

"Televisi memang candu, dapatkan anda mengontrolnya ? Laporkan siaran yang tidak bermanfaat kepada Komisi Penyiaran Indonesia" kurang lebih bgitu bunyi pesan dari KPI.

Pagi ini saya main-main ke websitenya, klik aja tuh linknya. Ternyata... saya ketinggalan berita. Sudah ada KPI sejak 2003. Wah kemana aja brur ?

Sebagai orang tua, saya mengkhawatirkan anak. Meskipun film kartun, film anak-anak sekalipun, terkadang ada kata-kata yang tidak secara langsung mengajarkan bahasa kasar. Saya yakin hal bginian udah dari jaman saya belum ganteng udah ada perbicangannya. Namun sepertinya gempuran tv tidak seperti yang kita harapkan. Entah saya yang pesimis, atau memang keniscayaan bahwa siaran gak akan ada yang menutup aurat mulai dari awal siaran sampe semut-semut hitam muncul sambil berisik. Paling banter iklan shampoo yang durasinya gak sampe 20 detik. Itu pun iklannya udah gak ada.

Umi pernah bilang sih, bahwa kita gak mungkin menjadikan diri kita dan anak-anak steril, tapi bisa dibikin imun. Nah... bagaimana caranya ? Komunikasi, terus berusaha... dan berdoa. Gampang kan

Allahu a'lam


Comments

  1. seharusnya bukan siaran tv yg dilaporkan tapi Perusahaan yang membuat iklan dan orang-orang yang punya ide bikin iklan itu yang musti di jerat.

    ReplyDelete
  2. wah mana bisa pak ? kan stasiun tv yang mbeli/kontrak dengan mereka. well.. terlepas dari itu, sama2 berusaha yuk. denger kan berita siswa smp meninggal gara-gara niru smackdown ? tuh... bahayanya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Setan tak bisa menembus dinding

Betapa kita, saya dan anda, seringkali salah kaprah tentang setan, dan jin. Film-film turut menanamkan pengertian yang salah. Berapa banyak film yang menggambarkan setan/jin itu bisa menembus dinding, tiba-tiba muncul di ruangan tertentu. Nampaknya hadits berikut menjadi salah satu kabar yang menutup kesalahan pemahaman tersebut. Dari Jabir ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda:“Tutuplah bejana, ikatlah tempat air, tutuplah pintu-pintu dan padamkanlah lampu, sesungguhnya setan itu tidak akan bisa melepaskan ikatan, tidak bisa membuka pintu dan tidak bisa membuka bejana. Seandainya salah seorang diantara kalian tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk menutupnya kecuali hanya meletakkan lidi di atas bejana itu, maka lakukanlah yang demikian itu dengan menyebut nama Allah,karena sesungguhnya tikus itu bisa menyebabkan terbakarnya rumah.” (HR. Muslim)

Pulang Tenggo [mirip tengbur]

Kalo Mbak Sya2 punya pengalaman tengbur, saya ada pengalaman Tenggo. Tenggo ini bukannya produk makanan, tenggo = begitu teng jam 16.30 langsung GO ! Hehehe... Suatu hari kami bertiga (IT Department cuman bertiga) dipanggil, gak tanggung langsung ke Direksi, karena emang jalurnya langsung di bawah Direksi. Diceramahin macem-macem, yang masih muda lah, yang masih terang lah di luar sana (emang kudu nunggu gelap baru pulang Pak ?) Saya ada setujunya tuh sama Mbak Sya2, bahwa hak karyawan untuk bisa pulang pada waktunya. Namun setelah ditegur sama Bos, saya juga agak molorin lah sedikit, dari yang mestinya 16.30 (kami masuk jam 7.30, sabtu libur) jadi jam 17.15 atau 17.30, tergantung Bosnya udah pulang apa belum.  Tapi emang kadang-kadang si Bos ini gila kerja. Pernah dia pulang jam 9 malem, walaah... kalo di Medan saya belum banyak melihat fenomena ngelembur sampe jam segitu. Kalo di Jakarta mah, biasa kali ya... sambil nunggu macet. Tapi, ada tapinya deh... ngaku gak kalo di kantor ...

The 7 Habits of Highly Effective People

Supaya gak ilang ditelan zaman, ada baiknya disimpen sebagai harta yang cukup berharga. Summary of Stephen R. Covey's The 7 Habits of Highly Effective People In his #1 bestseller, Stephen R. Covey presented a framework for personal effectiveness. The following is a summary of the first part of his book, concluding with a list of the seven habits. Inside-Out: The Change Starts from Within While working on his doctorate in the 1970's, Stephen R. Covey reviewed 200 years of literature on success. He noticed that since the 1920's, success writings have focused on solutions to specific problems. In some cases such tactical advice may have been effective, but only for immediate issues and not for the long-term, underlying ones. The success literature of the last half of the 20th century largely attributed success to personality traits, skills, techniques, maintaining a positive attitude, etc. This philosophy can be referred to as the Personality Ethic . However, during the 150 y...