Skip to main content

Semuaa sakit

November 15 abi mulai cuti, 2 hari aja gak banyak-banyak. Lantaran bos nge-push harus ngabisin cuti, sebab PD (President Director) wanti-wanti HRAD gak mau ngebayar cuti dengan duit. Aneh juga, biasanya kerja kan setahun dulu baru dapat hak cuti, disini mah uenak tenan... udah bisa ngambil cuti, padahal baru jalan 10 bulan kerja.

Cuti abi pakai buat nemani Fatih yang sakit berobat ke dokter, anak-anak sering sekali sakit. Kalo uminya bilang (uminya dokter gigi) mungkin karena gak dapat zat asi pertama yang berwarna kuning tuuh... jadinya Fatih lebih rentan dibanding adeknya, Faqih. Tapi jawaban dokter sungguh melegakan. Biasa katanya anak sakit. Wah... meskipun gak pingin anak-anak kami penyakitan, tapi ada sedikit kelegaan disana, gak hanya anak kami yang bgini.

Habis Fatih sembuh, eeh... malah uminya yang sakit. Asmanya kumat. Jadi diperpanjang deh cutinya jadi 4 hari. Herannya, umi gampang sembuh deh kalo dibawa jalan-jalan, shopping, tapi bisa tambah parah kalo di rumah, weleeh ... Ke dokter paru, ternyata obat asma ya itu lagi, Seretide, atau Inflamide+Berotec+Intidrol.  Kalo kena penyakit model bgini, intinya sih menghindari penderita dari alergen. Abi dulu masih kecil juga ada tuh bawaan asma, tapi karena hobi olahraga: badminton, tennis, karate, pencak silat, volley, basket, pingpong .... wah pokoknya berkeringat deh, alhamdulillah jaraaang banget kena serangan. Keitung deh lima tahun terakhir, paling 1x.

Alhamdulillah sabtu udah pada sembuh, kami jalan-jalan deh.

Waktu nebus obat malem-malem di atas motor abi berpikir, ya Allah... kok pada sakit gini ? Padahal tiap dhuha abi seringkali berdoa untuk dilimpahkan rezki berupa kesehatan. Namun Allah swt segra memberikan jawaban... Bukankah sakit menggugurkan dosa ? Betul. Dan Allah swt pun memberikan hiburan, "Gak keluar duit kan ? Sekarang kantor yang bayarin..." Subhanallaah.... Alhamdulillah. Kalo inget dulu huhuhu....


Comments

  1. Alhamdulillah....sudah sehat kembali ya... kalo asma/alergi memang kudu dijauhin dari penyebabnya..dan kalo ternyata penyebabnya rumah ya emang kudu pergi dari rumah...hehehehe...lagi bete kali si umi....hihihi

    ReplyDelete
  2. iya mbak. doain bisa beli yang baru or seken.

    ReplyDelete
  3. Pasti semuanya membawa hikmah... amien...

    ReplyDelete
  4. iya ambu. hikmahnya paling tidak kami bersyukur sekali biaya berobat tidak perlu pusing2 lagi.

    ReplyDelete
  5. puji shukur kalau semua udah pada sehat kembali....kalau saya tuch alergi banget
    ada barang kotor edikit aja gk bisa so pasti tuch hidung merah langsung bersin-2
    mulai kecil kaya' bgt...untung setelah 2 thn terakhir ini udah sembuh..terapi trs sich!!!

    ReplyDelete
  6. pergi ke dokter ,trs hidungnya dicuci atau di bersihin pakai air garam hehe!!!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Setan tak bisa menembus dinding

Betapa kita, saya dan anda, seringkali salah kaprah tentang setan, dan jin. Film-film turut menanamkan pengertian yang salah. Berapa banyak film yang menggambarkan setan/jin itu bisa menembus dinding, tiba-tiba muncul di ruangan tertentu. Nampaknya hadits berikut menjadi salah satu kabar yang menutup kesalahan pemahaman tersebut. Dari Jabir ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda:“Tutuplah bejana, ikatlah tempat air, tutuplah pintu-pintu dan padamkanlah lampu, sesungguhnya setan itu tidak akan bisa melepaskan ikatan, tidak bisa membuka pintu dan tidak bisa membuka bejana. Seandainya salah seorang diantara kalian tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk menutupnya kecuali hanya meletakkan lidi di atas bejana itu, maka lakukanlah yang demikian itu dengan menyebut nama Allah,karena sesungguhnya tikus itu bisa menyebabkan terbakarnya rumah.” (HR. Muslim)

Pulang Tenggo [mirip tengbur]

Kalo Mbak Sya2 punya pengalaman tengbur, saya ada pengalaman Tenggo. Tenggo ini bukannya produk makanan, tenggo = begitu teng jam 16.30 langsung GO ! Hehehe... Suatu hari kami bertiga (IT Department cuman bertiga) dipanggil, gak tanggung langsung ke Direksi, karena emang jalurnya langsung di bawah Direksi. Diceramahin macem-macem, yang masih muda lah, yang masih terang lah di luar sana (emang kudu nunggu gelap baru pulang Pak ?) Saya ada setujunya tuh sama Mbak Sya2, bahwa hak karyawan untuk bisa pulang pada waktunya. Namun setelah ditegur sama Bos, saya juga agak molorin lah sedikit, dari yang mestinya 16.30 (kami masuk jam 7.30, sabtu libur) jadi jam 17.15 atau 17.30, tergantung Bosnya udah pulang apa belum.  Tapi emang kadang-kadang si Bos ini gila kerja. Pernah dia pulang jam 9 malem, walaah... kalo di Medan saya belum banyak melihat fenomena ngelembur sampe jam segitu. Kalo di Jakarta mah, biasa kali ya... sambil nunggu macet. Tapi, ada tapinya deh... ngaku gak kalo di kantor ...

The 7 Habits of Highly Effective People

Supaya gak ilang ditelan zaman, ada baiknya disimpen sebagai harta yang cukup berharga. Summary of Stephen R. Covey's The 7 Habits of Highly Effective People In his #1 bestseller, Stephen R. Covey presented a framework for personal effectiveness. The following is a summary of the first part of his book, concluding with a list of the seven habits. Inside-Out: The Change Starts from Within While working on his doctorate in the 1970's, Stephen R. Covey reviewed 200 years of literature on success. He noticed that since the 1920's, success writings have focused on solutions to specific problems. In some cases such tactical advice may have been effective, but only for immediate issues and not for the long-term, underlying ones. The success literature of the last half of the 20th century largely attributed success to personality traits, skills, techniques, maintaining a positive attitude, etc. This philosophy can be referred to as the Personality Ethic . However, during the 150 y...