Skip to main content

Dapet klaim AirAsia Rp 1,500,000 !!

Bulan lalu eyang mama dan eyang papa main ke Medan. Lama juga, 3 mingguan. Semua senang. Sempat juga kami nginap di villa milik kantor di Brastagi. Umi yang tadinya gak mau nginep aja jadi mau nginep :-)

Tanggal 1 Juni, mestinya eyang udah siap-siap mau pulang. Hari itu jumat, pesawat dijadwalkan berangkat jam 14:30.  Waktu dzuhur / jumatan di Medan jam 12.30. Kami beli tiket AirAsia jauh-jauh hari. Alhamdulillah sore tanggal 31 Mei udah ada berita bahwa pesawat di cancel hingga pukul 17.15. Wah meskipun molor, tapi syukurlah pemberitahuannya gak mepet sehingga gak perlu buru-buru.

Ternyata pending gak sampe disitu aja, besoknya tanggal 1 Juni ada lagi sms dari AirAsia sehingga didelay hingga jam 22.45. Waaah yang ini sih gak aci deh. Masak sampe tengah malem. Meskipun eyang mama bilang gapapa, tapi abi sendiri kasihan lah nganter orang tua pulang tengah malem gitu. 

Eh jam 11 siang, hp abi bunyi. Telpon langsung dari AirAsia, mengkonfirmasikan keterlambatan pesawat. Hebat juga, meski udah sms, tapi mereka telpon juga. Nah di kesempatan ini, abi langsung ambil keputusan untuk didelay aja deh sampe besok pagi tanggal 2 Juni. Alhamdulillah dipermudah oleh AirAsia. Jadi deh kami anterin eyang pagi-pagi hari Sabtu. Semua ikut, gak pake mandi :-)

Abis beli bika ambon Zulaikha, jam 7.15 kami sudah sampai di bandara Polonia. Masih lama, jam 8.40 pesawat baru berangkat. Abi masuk sama eyang papa untuk check in sekaligus menanyakan bagaimana cara claim asuransi penerbangan atas keterlambatan penerbangan. Kata petugasnya, nanti setiba di Jakarta diurus aja di counter AirAsia.

Singkatnya, karena hari itu Sabtu, eyang papa diminta petugas AirAsia Jakarta untuk menghubungi kembali hari Senin via telpon. Abis diurus, diminta nunggu 2 minggu. Eh ternyata baru seminggu, tanggal 8 Juni udah dapet email yang dikirim ke nidza99@yahoo.com (email abi). Dan isinya diluar dugaan. Kami mengira hanya dapet Rp 375 ribu untuk 1 penerbangan, karena itulah yang tertulis di kertas. Ternyata dapetnya Rp 750,000 per orang :-)

Alhamdulillaah....

From:    "Anxx, Axx" <Asxx.Anxx@Axx.com>  A
To:    nidza99@yahoo.com
Subject:    Klaim Air Asia a/n xxx (2xxxx)
Date:    Fri, 8 Jun 2007 17:02:07 +0800
Yth. Bapak xxxx,
 
Terima kasih atas pengajuan klaim keterlambatan penerbangan Air Asia.
 
Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari pihak Air Asia, kami mendapati bahwa Bapak mengalami keterlambatan penerbangan selama 17 jam 56 menit.
Untuk itu kami menyetujui untuk memberikan penggantian selama :
 
Keterlambatan penerbangan    : Rp. 750,000
Jumlah tertanggung                : 2 orang
Total penggantian                : Rp. 1,500,000
 
Adapun untuk pembayaran, kami memiliki beberapa alternatif yaitu :
1. Giro atas nama tertanggung
2. Transfer rekening tertanggung
Mohon dapat diinformasikan kepada kami jenis pembayaran yang diinginkan.
 
Demikian hal ini kami sampaikan. Jika ada hal-hal yang kurang jelas, mohon dapat menghubungi kami.
Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Regards,
Axx Anxx
Claims Dept.
PT. Asuransi xxx
xxx
xxx
 
Telp : 021 - 52xxx
Fax : 021 - 52xxx

Untuk pengalaman, kalo terbang pake AirAsia beli aja deh asuransinya. Murah meriah kok Rp 15,000 doang, tapi manfaatnya hebring !!  ;-)

Comments

  1. Nama asuransi nya apa mas? Soalnya aku juga pernah kena delay...dan daftar asuransi juga... siapa tau aku bisa klaim :)

    ReplyDelete
  2. nama asuransinya Auransi AIU, dia itu macem anak perush asuransi AIG, kalo saya gak salah tanggap. asuransi ini bukan dibeli ketika check in / menuju boarding, namun kudu belinya pas beli tiket AirAsia via internet. Ada checkbox yang harus diberi tanda centang/check ketika reservasi tiket via internet.

    ReplyDelete
  3. waduh... kayaknya nggak tuh om. pastinya sih gak tau :D
    eh apa gak boleh ya ? kenapa-kenapanya tolong jelasin dong

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Setan tak bisa menembus dinding

Betapa kita, saya dan anda, seringkali salah kaprah tentang setan, dan jin. Film-film turut menanamkan pengertian yang salah. Berapa banyak film yang menggambarkan setan/jin itu bisa menembus dinding, tiba-tiba muncul di ruangan tertentu. Nampaknya hadits berikut menjadi salah satu kabar yang menutup kesalahan pemahaman tersebut. Dari Jabir ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda:“Tutuplah bejana, ikatlah tempat air, tutuplah pintu-pintu dan padamkanlah lampu, sesungguhnya setan itu tidak akan bisa melepaskan ikatan, tidak bisa membuka pintu dan tidak bisa membuka bejana. Seandainya salah seorang diantara kalian tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk menutupnya kecuali hanya meletakkan lidi di atas bejana itu, maka lakukanlah yang demikian itu dengan menyebut nama Allah,karena sesungguhnya tikus itu bisa menyebabkan terbakarnya rumah.” (HR. Muslim)

Pulang Tenggo [mirip tengbur]

Kalo Mbak Sya2 punya pengalaman tengbur, saya ada pengalaman Tenggo. Tenggo ini bukannya produk makanan, tenggo = begitu teng jam 16.30 langsung GO ! Hehehe... Suatu hari kami bertiga (IT Department cuman bertiga) dipanggil, gak tanggung langsung ke Direksi, karena emang jalurnya langsung di bawah Direksi. Diceramahin macem-macem, yang masih muda lah, yang masih terang lah di luar sana (emang kudu nunggu gelap baru pulang Pak ?) Saya ada setujunya tuh sama Mbak Sya2, bahwa hak karyawan untuk bisa pulang pada waktunya. Namun setelah ditegur sama Bos, saya juga agak molorin lah sedikit, dari yang mestinya 16.30 (kami masuk jam 7.30, sabtu libur) jadi jam 17.15 atau 17.30, tergantung Bosnya udah pulang apa belum.  Tapi emang kadang-kadang si Bos ini gila kerja. Pernah dia pulang jam 9 malem, walaah... kalo di Medan saya belum banyak melihat fenomena ngelembur sampe jam segitu. Kalo di Jakarta mah, biasa kali ya... sambil nunggu macet. Tapi, ada tapinya deh... ngaku gak kalo di kantor ...

The 7 Habits of Highly Effective People

Supaya gak ilang ditelan zaman, ada baiknya disimpen sebagai harta yang cukup berharga. Summary of Stephen R. Covey's The 7 Habits of Highly Effective People In his #1 bestseller, Stephen R. Covey presented a framework for personal effectiveness. The following is a summary of the first part of his book, concluding with a list of the seven habits. Inside-Out: The Change Starts from Within While working on his doctorate in the 1970's, Stephen R. Covey reviewed 200 years of literature on success. He noticed that since the 1920's, success writings have focused on solutions to specific problems. In some cases such tactical advice may have been effective, but only for immediate issues and not for the long-term, underlying ones. The success literature of the last half of the 20th century largely attributed success to personality traits, skills, techniques, maintaining a positive attitude, etc. This philosophy can be referred to as the Personality Ethic . However, during the 150 y...