Di kantor, OpenOffice sudah mulai diterapkan dalam waktu sebulan belakangan. Wih, seru banget. Banyak keberatan yang disampaikan user kepada IT Department. Mulai dari komplen yang ... yah bisa dibilang "dia sih males belajar" ... sampe pada hal yang memang usernya udah pake features yang advanced. Kalau udah begini urusannya emang beda deh. Kemudahan-kemudahan yang ada pada Microsoft Office ada yang belum ditemukan padanannya di OO.
OpenOffice memang saya akui, masih banyak kekurangannya, namun juga ada kelebihannya yang si user belum ketahui. Misalnya aja bisa langsung convert save as .pdf
Kemudian ukuran filenya lebih kecil dengan isi tulisan / data yang sama jika di save as .ods (untuk pengganti excel) atau .odt (untuk pengganti word). Lebihnya lagi, gak bayar :-)
Untuk alasan belakangan, sebenernya usernya kritis juga. "Masak sih perusahaan sebesar ini gak mampu bayar ?"
Bukan gak mampu Pak/Bu, tapi bandingkan aja mending bayar 1 M apa gratis ?
Memang sih, ada barang ada harga. Itu memang berlaku dimana-mana. OO yang gratisan, terus terang saya pribadi sekali lagi menyatakan gak sebagus M$O. Tapi pekerjaan bisa kok diselesaikan dengan OO, bukan gak bisa. Kalo masalah susah, sebenernya masalah kebiasaan. Kalo udah kebiasaan enak, siapa sih yang mau dibikin gak enak ? Kalau bisa malah berkedip aja, kerjaan selesai.
Terus kalau dibilang kualitas pekerjaan menurun, misal powerpoint di OO, disebut Impress, gak secantik powerpointnya M$O. Mari kita bicarakan lagi. Sebab sekali lagi, mau cantik pasti mahal. Lihat kan iklan Marie Body France, atau Impression. Khusus buat ibu-ibu yang pengen tetep kelihatan cantik walau anak udah 3.
ahh... terusin lagi ntar deh
OpenOffice memang saya akui, masih banyak kekurangannya, namun juga ada kelebihannya yang si user belum ketahui. Misalnya aja bisa langsung convert save as .pdf
Kemudian ukuran filenya lebih kecil dengan isi tulisan / data yang sama jika di save as .ods (untuk pengganti excel) atau .odt (untuk pengganti word). Lebihnya lagi, gak bayar :-)
Untuk alasan belakangan, sebenernya usernya kritis juga. "Masak sih perusahaan sebesar ini gak mampu bayar ?"
Bukan gak mampu Pak/Bu, tapi bandingkan aja mending bayar 1 M apa gratis ?
Memang sih, ada barang ada harga. Itu memang berlaku dimana-mana. OO yang gratisan, terus terang saya pribadi sekali lagi menyatakan gak sebagus M$O. Tapi pekerjaan bisa kok diselesaikan dengan OO, bukan gak bisa. Kalo masalah susah, sebenernya masalah kebiasaan. Kalo udah kebiasaan enak, siapa sih yang mau dibikin gak enak ? Kalau bisa malah berkedip aja, kerjaan selesai.
Terus kalau dibilang kualitas pekerjaan menurun, misal powerpoint di OO, disebut Impress, gak secantik powerpointnya M$O. Mari kita bicarakan lagi. Sebab sekali lagi, mau cantik pasti mahal. Lihat kan iklan Marie Body France, atau Impression. Khusus buat ibu-ibu yang pengen tetep kelihatan cantik walau anak udah 3.
ahh... terusin lagi ntar deh
hihihihi.... kalau nggak salah, harga MS Office sekarang 2,5 jt, dibandingkan dg OO yg Free memang jauh. soal kualitas, rasanya masih unggul MSO.
ReplyDeletewell... we have to admit it :( like it or not
ReplyDelete