Skip to main content

(baru) Pacaran

Sudah beberapa minggu ini abi dan umi asyik jalan-jalan berdua. Tanpa kehadiran Abang Fatih dan dedek Faqih, terkadang memang perlu meluangkan waktu berdua saja. Pegangan tangan, bercanda-canda. Ledek-ledekan. Lepas. Lega.

Alhamdulillah, sakitnya Wak Sal(biyah) rupaya membawa kenikmatan tersendiri bagi kami. Dulu, waktu dia sakit, kami bingung. Umi harus praktek, tapi gak ada yang jagain adek. Kalau umi harus ngantar abang sekolah, dedek sama siapa ? Syukurlah semuanya bisa ditangani dengan baik. Abang dijemput oleh Pak Agus saja, becak motor langganan. Jadi umi bisa bersama adek di rumah. Umi masih belum pede kalo harus membonceng 2 abang adik, takut jatuh katanya. Kalo abi, karena jangkauan tangan yang panjang, mudah saja menempatkan abang dan adek di bagian depan kereta (sepeda motor).

Seminggu saja umi kesulitan menemui pasien, karena harus menjaga dedek. Abi gak bisa bantu apa-apa, otomatis, karena tugas utamanya ngantor. Sakit Wak Sal, pengasuh dedek, agak aneh. Membuat lemas dalam jangka waktu lama. Ketika kami besuk, wajahnya sih baik-baik saja. Namun kok dari rumah sakit belum memberikan keterangan sakitnya apa. "Belum ketemu", ringkasnya.

Alternatif pertama, Bu Dewi, pengasuh abang Fatih waktu masih kecil kami datangkan. Tapi Bu Dewi sekarang sudah ada kerjaan tetap sebagai pengantar tofu/tahu setiap pagi. Jadi seminggu pertama dia dateng jam 10 pagi. Gak apa lah, yang penting umi bisa aktifitas. Kondisi ini gak bisa berlangsung lama, makanya... alternatif kedua pun harus dijalankan.

Kak Husna, sekarang sudah hampir sebulan menemani kami di rumah. Masih kuliah sabtu-ahad. Tapi subhanallaah, kami jadi tenang meninggalkan anak-anak di rumah. Bukan saja orang shalihah, makan bangku sekolahan, tapi juga gemar mengaji. Kami tidak khawatir meninggalkan anak-anak dengan tayangan televisi. Jadi deh.... abi umi bisa pacaran kemana-mana

Comments

Popular posts from this blog

Setan tak bisa menembus dinding

Betapa kita, saya dan anda, seringkali salah kaprah tentang setan, dan jin. Film-film turut menanamkan pengertian yang salah. Berapa banyak film yang menggambarkan setan/jin itu bisa menembus dinding, tiba-tiba muncul di ruangan tertentu. Nampaknya hadits berikut menjadi salah satu kabar yang menutup kesalahan pemahaman tersebut. Dari Jabir ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda:“Tutuplah bejana, ikatlah tempat air, tutuplah pintu-pintu dan padamkanlah lampu, sesungguhnya setan itu tidak akan bisa melepaskan ikatan, tidak bisa membuka pintu dan tidak bisa membuka bejana. Seandainya salah seorang diantara kalian tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk menutupnya kecuali hanya meletakkan lidi di atas bejana itu, maka lakukanlah yang demikian itu dengan menyebut nama Allah,karena sesungguhnya tikus itu bisa menyebabkan terbakarnya rumah.” (HR. Muslim)

Pulang Tenggo [mirip tengbur]

Kalo Mbak Sya2 punya pengalaman tengbur, saya ada pengalaman Tenggo. Tenggo ini bukannya produk makanan, tenggo = begitu teng jam 16.30 langsung GO ! Hehehe... Suatu hari kami bertiga (IT Department cuman bertiga) dipanggil, gak tanggung langsung ke Direksi, karena emang jalurnya langsung di bawah Direksi. Diceramahin macem-macem, yang masih muda lah, yang masih terang lah di luar sana (emang kudu nunggu gelap baru pulang Pak ?) Saya ada setujunya tuh sama Mbak Sya2, bahwa hak karyawan untuk bisa pulang pada waktunya. Namun setelah ditegur sama Bos, saya juga agak molorin lah sedikit, dari yang mestinya 16.30 (kami masuk jam 7.30, sabtu libur) jadi jam 17.15 atau 17.30, tergantung Bosnya udah pulang apa belum.  Tapi emang kadang-kadang si Bos ini gila kerja. Pernah dia pulang jam 9 malem, walaah... kalo di Medan saya belum banyak melihat fenomena ngelembur sampe jam segitu. Kalo di Jakarta mah, biasa kali ya... sambil nunggu macet. Tapi, ada tapinya deh... ngaku gak kalo di kantor ...

The 7 Habits of Highly Effective People

Supaya gak ilang ditelan zaman, ada baiknya disimpen sebagai harta yang cukup berharga. Summary of Stephen R. Covey's The 7 Habits of Highly Effective People In his #1 bestseller, Stephen R. Covey presented a framework for personal effectiveness. The following is a summary of the first part of his book, concluding with a list of the seven habits. Inside-Out: The Change Starts from Within While working on his doctorate in the 1970's, Stephen R. Covey reviewed 200 years of literature on success. He noticed that since the 1920's, success writings have focused on solutions to specific problems. In some cases such tactical advice may have been effective, but only for immediate issues and not for the long-term, underlying ones. The success literature of the last half of the 20th century largely attributed success to personality traits, skills, techniques, maintaining a positive attitude, etc. This philosophy can be referred to as the Personality Ethic . However, during the 150 y...