http://yusufxy.blogspot.com/2008/09/mengubah-cacian-menjadi-kekaguman.html
Suatu hari diKota Thaif. Pd saat itu Rasulullah SAW sdang mlakukn upaya thalabun nusyroh(mencari pertolongan&perlindungan)kpd masyarakat Thaif,sebuah kota yg bertetangga dgn Makkah.Beliau mngharapkn mreka msk Islam.Namun justru lemparan baru,cacian dan makian yg didapat.Peluh menetes,napas yg tersengal2,dan pakaian yg kotor serta kaki yg berdarah.Lalu Nabi berteduh dan berlindung dikebun anggur milik 2 lelaki musrik 'Utbah dan Syaibah bin Rabi'ah.
Lalu diangkatnya kedua tangan menghadap langit,mengadukan keadaannya,seraya berucap:
"Ya Allah,hanya kpd-Mu aku mengadukan lemahnya kekuatanku,dan sedikitnya upayaku,serta tdk berdayanya aku menghadapi manusia.Wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara hamba2 yg pengasih,Engkau adalah Rabbnya org2 yg lemah dan juga Rabbku.
Kpd (siapa aku mengadu),apakah kpd Dzat yg membebaniku,atau kpd sesuatu yg jauh dan menerimaku dgn muka masam,ataukah kpd musuh?Sementara Engkau menguasakan perkaraku? Jika saja kemurkaan-Mu tdk menimpaku,tentu aku tdk peduli.Akan tetapi,ampunan-Mu lebih luas utkku daripada kemurkaan-Mu yg akan Engkau timpakan kepadaku,atau Engkau tempatkan aku dlm kemurkaan-Mu.Aku berlindung dgn cahaya wajah-Mu,yg engkau hapus segala kegelapan dgn terbitnya (cahaya-Mu),dan Engkau selaraskan urusan dunia dan akhirat dgn baik diatasnya.Hanya untuk-Mu segala kerelaan hinga Engkau ridla.Tdk ada daya dan kekuatan kecuali bersama-Mu."
Si pemilik anggur pun terusik dgn doa yg diucapkan Rasul ini.Lalu 'Utbah dan Syaibah pun memberanikan diri mendekat dan bertanya tentang jatidiri Rasulullah serta meminta penjelasan mngenai hakikat dari ucapan doa yg beliau panjatkan.Singkat cerita,hasil dialog itu menjadikan dua lelaki musyrik pemilik kebun anggur itu menjadi muslim.
Kisah hidup Rasulullah SAW adalah hikmah abadi bagi kehidupan manusia.Sepenggal sejarah dakwah Rasulullah ini menyadarkan kita ttg semangat yg pantang menyerah,dan anti putus asa. Sedih, terluka, terhina, boleh saja,tetapi tdk berarti menyurutkan langkah dlm menyuarakan kebenaran,yaitu Islam.
Suatu hari diKota Thaif. Pd saat itu Rasulullah SAW sdang mlakukn upaya thalabun nusyroh(mencari pertolongan&perlindungan)kpd masyarakat Thaif,sebuah kota yg bertetangga dgn Makkah.Beliau mngharapkn mreka msk Islam.Namun justru lemparan baru,cacian dan makian yg didapat.Peluh menetes,napas yg tersengal2,dan pakaian yg kotor serta kaki yg berdarah.Lalu Nabi berteduh dan berlindung dikebun anggur milik 2 lelaki musrik 'Utbah dan Syaibah bin Rabi'ah.
Lalu diangkatnya kedua tangan menghadap langit,mengadukan keadaannya,seraya berucap:
"Ya Allah,hanya kpd-Mu aku mengadukan lemahnya kekuatanku,dan sedikitnya upayaku,serta tdk berdayanya aku menghadapi manusia.Wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara hamba2 yg pengasih,Engkau adalah Rabbnya org2 yg lemah dan juga Rabbku.
Kpd (siapa aku mengadu),apakah kpd Dzat yg membebaniku,atau kpd sesuatu yg jauh dan menerimaku dgn muka masam,ataukah kpd musuh?Sementara Engkau menguasakan perkaraku? Jika saja kemurkaan-Mu tdk menimpaku,tentu aku tdk peduli.Akan tetapi,ampunan-Mu lebih luas utkku daripada kemurkaan-Mu yg akan Engkau timpakan kepadaku,atau Engkau tempatkan aku dlm kemurkaan-Mu.Aku berlindung dgn cahaya wajah-Mu,yg engkau hapus segala kegelapan dgn terbitnya (cahaya-Mu),dan Engkau selaraskan urusan dunia dan akhirat dgn baik diatasnya.Hanya untuk-Mu segala kerelaan hinga Engkau ridla.Tdk ada daya dan kekuatan kecuali bersama-Mu."
Si pemilik anggur pun terusik dgn doa yg diucapkan Rasul ini.Lalu 'Utbah dan Syaibah pun memberanikan diri mendekat dan bertanya tentang jatidiri Rasulullah serta meminta penjelasan mngenai hakikat dari ucapan doa yg beliau panjatkan.Singkat cerita,hasil dialog itu menjadikan dua lelaki musyrik pemilik kebun anggur itu menjadi muslim.
Kisah hidup Rasulullah SAW adalah hikmah abadi bagi kehidupan manusia.Sepenggal sejarah dakwah Rasulullah ini menyadarkan kita ttg semangat yg pantang menyerah,dan anti putus asa. Sedih, terluka, terhina, boleh saja,tetapi tdk berarti menyurutkan langkah dlm menyuarakan kebenaran,yaitu Islam.
Comments
Post a Comment