Sudah beberapa minggu ini abi dan umi asyik jalan-jalan berdua. Tanpa kehadiran Abang Fatih dan dedek Faqih, terkadang memang perlu meluangkan waktu berdua saja. Pegangan tangan, bercanda-canda. Ledek-ledekan. Lepas. Lega. Alhamdulillah, sakitnya Wak Sal(biyah) rupaya membawa kenikmatan tersendiri bagi kami. Dulu, waktu dia sakit, kami bingung. Umi harus praktek, tapi gak ada yang jagain adek. Kalau umi harus ngantar abang sekolah, dedek sama siapa ? Syukurlah semuanya bisa ditangani dengan baik. Abang dijemput oleh Pak Agus saja, becak motor langganan. Jadi umi bisa bersama adek di rumah. Umi masih belum pede kalo harus membonceng 2 abang adik, takut jatuh katanya. Kalo abi, karena jangkauan tangan yang panjang, mudah saja menempatkan abang dan adek di bagian depan kereta (sepeda motor). Seminggu saja umi kesulitan menemui pasien, karena harus menjaga dedek. Abi gak bisa bantu apa-apa, otomatis, karena tugas utamanya ngantor. Sakit Wak Sal, pengasuh dedek, agak aneh. Membuat lemas dal...